ndorokakung

Angan

Kita musti sadar bahwa dengan ijin Tuhan kita akan bertemu dengan usia senja. Bloger juga manusia bukan? Bukan sosok sakti mandraguna yang akan hidup sepanjang masa.

Siapa yang ndak kenal trio macan bloger yang sering dielu-elukan sebagai trimaskenthir di komunitas CahAndong? Siapa lagi kalau bukan pakdhe mbilung mac ndobos, ndorokakung dan paman tyo. Yah mereka adalah “kiblat” bloger jogja, meskipun tak sedikit juga bahan pembicaraan mengenai “ayam jantan”bloger yang rendah hati” dari timur.

Belakangan ini geng trimaskenthir seperti terlibat dalam perang. Perang profesi atau apalah namanya. Tapi saya amati ini lebih ke jenaka, tidak ada niat saling menjatuhkan dari singasana trimaskenthir (terlepas dari benar atau tidaknya profesi yang dijadikan amunisi tersebut).

Lihat saja rentetan serbuan dari ndorokakung dari tukang bakmi, jasa touris yang digawangi pakdhe ndobos. Seperti tak mau kalah pakdhe ndobos memberikan serangan balik dengan temuan bahwa ndoro kakung yang ternyata adalah seorang juragan pulsa dan pengusaha kripik.  Atau ontran-ontran tentang sebuah salon yang konon kabarnya milik paman yang punya duit meteran?

Diusia yang sudah matang dengan segudang pengalaman hidup seperti mereka, siapa yang tidak mengangguk, terpingkal-pingkal ketika membaca tulisan-tulisan diblog mereka.

Kelak kira-kira 20 tahun lagi, masih adakah bloger-bloger seperti antobilang, si Matt, tikabanget gojek kere perang profesi seperti yang dilakuken trimaskenthir? Meskipun saat ini sudah ada yang mulai mengikuti jejak trimaskenthir untuk membagikan penemuan profesi bloger yang mereka kenal seperti sandal dan kang hedi. Akankah mereka akan dinobatkan menjadi trimaskenthir sayap kiri yang menyeimbangkan trimaskenthir sayap kanan?

Ah sudahlah saya terlalu banyak berangan-angan dan penasaran, bagaimana nasib bloger (paling tidak beberapa bloger yang saya kenal saat ini) kelak mendapat undangan kopdar di usia senja. Yang jelas saya rindu kopdar dengan mereka.