Internet

Blog Plat Merah

Ternyata bukan hanya kendaraan dinas saja yang berplat merah. Kapling villa baru saya disana atau yang dikapling sebelahnya juga disponsori oleh lembaga pemerintah yang menangani perguruan tinggi. Mau tau ceritanya silahkan bertandang ke villa baru saya disana. Saya sudah berhasil meracuni niko yang tersesat sampai nico.dikti.net, bisakah saya meracuninya untuk berpindah menggunakan engine wordpress? Kita tunggu saja.

Selamat mencoba!

 

Advertisements

Andakah salah satunya?

Tersiar kabar 1700 PNS dikenai sanksi akibat menyalahgunakan internet pada saat jam kerja. Sanksinya bermacam-macam ada yang diperingatkan, mengundurkan diri bahkan sampai dipecat. Beruntung aturan ini berlaku di negerinya Ratu Elizabeth, di Indonesia belum dan semoga tidak pernah ada aturan semacam ini.

Menyoroti masalah penggunaan internet pada saat jam kerja, ini cukup menohok hati kecil saya. Karena saya pun juga sering berinternet pada jam kerja. Meskipun pekerjaan saya memang membutuhkan koneksi internet, tapi perbandingannya cukup mencengangkan apabila dibandingkan dengan aktifitas blogging, dan beremail.

Menurut saya, di Indonesia belum bisa diterapkan peraturan tentang larangan ini. Bukankah di Indonesia ini lebih mengutamakan absen kehadiran karyawannya dari pada kualitas SDM-nya? Masih inget dengan kartu absen? Bukan rahasia publik lagi, di Indonesia masih ada banyak yang menggunakan mesin absen seperti itu. Bukankah mudah bagaimana cara ngakalinnya?

Anda yang biasa menemuinya didekat pos satpam atau pintu masuk gedung perkantoran pasti lebih tau bagaimana cara ngibuli alat ini. Mudah saja, tinggal kerja sama dengan rekan kerja yang rajin datang pagi tinggal nitip saja “Tolong aku diabsenkan dulu ya! Saya lagi bla bla bla…..”, habis perkara! Mau dikroscek diakhir bulan sama atasan ya bisa dipromosikan jadi karyawan telatan teladan. Padahal jam makan siang baru nampak markir sepeda motor.

Ada cerita dari seorang wartawan senior, bahkan pernah dijadikan sebagai berita opini dalam sebuah media masa “Ketika Manager membeli waktu para pegawainya”, merupakan hasil pengamatannya di lapangan, bahwa para pegawai yang datang pagi pun setelah absen di mesin itu tidak langsung segera bekerja tetapi justru duduk-duduk ngobrol ngalor-ngidul di kantin sambil menikmati rokok dengan secangkir kopi kental.

Bukankah masih mending ada karyawan seperti saya yang datang pagi-pagi absen terus cek email, blogwalking sambil memonitor server mesin hitam besar meski hanya dengan akses internet yang ngos-ngosan? Pokoknya yang penting komputer hidup dulu dan selalu ada ketika 334 itu berdering dengan lantangnya, bukannya apa-apa siapa tau itu panggilan untuk tandatangan diawal bulan -harap-harap cemas-.

Kembali ke peraturan di Inggris tadi, saya tidak berharap kalau peraturan ini diterapkan di Indonesia sebelum benar-benar bisa menggantikan mesin absen itu dengan alat yang lebih modern, misalnya absen dengan deteksi IP-Address ketika Komputer dihidupkan dan dimatikan, bukankah ini lebih real able -meskipun masih tetep bisa dititipkan sama teman di meja sebelah-. Teknologi secanggih apapun masih bisa diakali dengan SDM Indonesia.

Semuanya kembali ke pribadi masing-masing, apakah mau disebut makan gaji buta dengan sedikit bekerja dan terus berinternet pada jam kerja? -glek, dalem banget menohok di hati saya-. Lebih-lebih malah sibuk download lagu yang jelas-jelas tidak diperkenankan download dari judul lagunya.

Misalnya, peraturan di Inggris tadi diterapkan di Indonesia, satu pertanyaan saya “Andakah salah satunya?” yang bakal terkena imbasnya? Diperingatkan dengan lisan, di paksa mengundurkan diri atau bahkan DIPECAT?

Nb: karena di tempat saya kerja ndak pake mesin absen, saya comot gambar di atas dari sini.

Pekerja TI paling rentan perceraian, nah loh!!

DetikNet, busyet dah…..bagi teman-teman sesama pekerja di bidang TI (Teknologi Informasi) di negara tetangga kita India, sudah 40% dari 3000 kasus perceraian disana adalah pekerja di bidang TI. Gaji gede, hidup mapan itu di India sono, nah kalo di Indonesia? Udah gajine pas-pasan, hidupnya penuh was-was, gizi buruk we lah kok terancam perceraian juga. Nasib-nasib, untung ga full time di bidang TI paling ga dapet jatah jaga gawang di pendaftaran mahasiswa baru cukup lah buat mengobati HOAX ancaman-ancaman seperti itu.

Meskipun wanita kadang menjadi masalah, toh para IT worker laki-laki tambah bermasalah lagi tanpa wanita (yang merasa IT worker atau bukan ngaku aja deh). Hmmm…pesan saya kepada pejuang TI di Indonesia, tenang sodara-sodara itu cuma terjadi di India kok, Indonesia kalo bisa ya jangan lah.  Untuk menghindari hal-hal semacam ini jangan menganggap monitor sebagai istri kedua, apalagi kalo sampai bekerja 25 jam per hari, heran….

How addicted are you?

Mau mengukur seberapa kecanduankah anda dengan urusan nge-blog? Hmm, hari ini ga sengaja lewat jalan sutera ada artikel yang ngulas tentang kualitas nge-blog. Artinya tingkat ketergantungan kita dengan blog bisa di ukur dan ditunjukkan pada khalayak rame dan khalayak sepi. Ya, di mingle2.com kita bisa mengetahui seberapa addict-kah kita dengan bloging. Mau tahu hasil test saya?? Hmm, not so bad 72%, bagaimana dengan anda?

Friendsternya [ala] simbah Google

Orkut.com, ya ini adalah salah satu layanan dari Google tapi baru saja saya temukan dari simbah Google sendiri. Layanan ini hampir mirip dengan Friendster atau website yang menyediakan layanan komunitas perkancanan yang lainnya. Fitur yang di miliki hapir sama dengan fitur-fitur yang ada di Friendster seperti profil, yang buat narsis seperti foto dan video juga ada. mau ngirim komentar tentang sahabat? Di sini juga ada fasilitas testimonialnya, yang malu-malu mau minta nomor HP tenang aja disini ada fasilitas PM (Personal Massage) juga kok, so bisa jaim dikit lah, hehehehe….

Jadi buat yang di Friendster frendlist-nya sudah FULL bisa nih migrasi atau sekdar mau nyoba-byoba daftar ke Orkut.com. Memang kalo sudah jodoh itu ga lari kemana, tapi kalo kita ga nyoba ke orkut bagaimana kita bisa tau kalo jodoh kita ada disana, hehehe…yo pokoke gitu lah 😉