Asal usil

Akademisi itu harusnya….

BISA MENYIMPULKAN PERBEDAAN ANTARA

Mahasiswa Biasa-biasa saja

Selalu semangat pergi kuliah karena segera pengen keluar dengan membawa gelar sarjana.

atau Mahasiswa Luar Biasa

Santai-santai ngapain juga buru-buru keluar, masuknya aja susah mesti pake SPMB kok pengen buru-buru keluar. Udah lah nikmatin dulu….

Yah maklumlah namanya juga mahasiswa luar biasa. Derajatnya sama ga ya dengan yang sekolah di SLB (Sekolah Luar Biasa)?

Kalau sampean masuk akademisi yang mana?

Bensin

ITU CINTA

Dulu waktu jaman SMP saya bingung tentang apa istimewanya hari ini, menurut saya waktu itu biasa-biasa saja, datar seperti hari-hari sebelumnya. Tapi yang saya ingat teman-teman di kelas ribut gara-gara stok cokelat yang mendadak best seller dalam hari-hari itu dan kelabakan mau beli kemana lagi. Lah batin saya waktu itu biasanya beli soto dikantin aja ngutang kok pada nggaya beli cokelat.

Lepas dari itu saya nguping dari teman saya yang (katanya) bintang sekolah kalo dia punya banyak cokelat. “Cilaka pantas saja yang lain ribut mau beli kehabisan, lha wong coklatnya ditimbun si bintang”.

Waktu itu saya dapat cokelat dari teman dekat, tanpa ada kata pengantar dia langsung memberikan begitu saja ke tangan saya tepat di samping gedung sekolah.

Beranjak sedikit tua -halah-, saya baru paham bahwa coklat itu konon (isunya) ungkapan rasa kasih sayang. Tapi kalo menurut saya, coklat itu kan kalo malam dimakan, enak sih, tapi kalo sudah dimakan kan jadi ampas trus paginya dibuang. Lha kalo begitu berarti sama dengan tanda kasih sayang itu “habis manis sepah dibuang”, jadi ya jangan menyesal kalau kelak orang yang diberi tanda kasih sayang (baca: cokelat) terus ditinggal jalan sama OIL (orang idaman lainnya).

Mas, mas, kok ndak nyambung sama judul. Judul tulisannya itu Bensin bukan Coklat!!! Mau nulis BENSIN rasa COKELAT?

Oh maap sodara bukan itu… ini murni khilaf 😀

Kalau menurut saya yang polos dan bukan penganut materialisme ini, kasih sayang itu ibarat bensin. Lho kok bisa?

Ndak usah ngelak, cinta itu kan ya ada pasang surutnya seperti produksi BBM di negara kita yang pasang surut dan bahkan cinderung surut. Ndak percaya? Ya sudah titik.

Tadi yang pertama, yang kedua adalah bensin itu lebih cepat menguap dari pada air biasa, karena saya bukan ahli di bidang itu saya ndak akan memaparkan mengapa bisa demikian, kalau mau tau silahkan ngambil kuliah subuh sama emak sampean dirumah. Sama seperti cinta kan? Lihat saja artis-artis di ibukota sana, hari ini cerai besoknya dah gandeng sama yang lain. Ndak usah dipermasalahkan, itu kan masuk dalam pilihan hidup. Hidupku bukan hidupmu dan you know lah lanjutannya.

Yang ketiga, sudah pernah mengalami bagaimana sulitnya ngantri di SPBU? Jelas bukan untuk antri ke toilet tapi untuk beli premium atau bensin. Nah kadang cinta itu juga sulit dicari, termasuk dalam daftar langka sembako kehidupan. Misalnya, bloger kelompok jahat (kata simbok venus) akan merasa bahagia akan hadirnya bloger pelepas dahaga.

Yang ke empat, naiknya harga BBM jelas akan berdampak pada mereka yang sedang dimabuk asmara. Bagaimana tidak? Anggaran pulsa HP disisihkan untuk belanja BBM. Bahkan usaha mengencangkan ikat pinggang seperti puasa senin kemis pun dilakuken hanya demi mendapatkan simpati calon mertua untuk membeli bensin guna berkunjung dan bertatap muka dengan pujaan hati. Di pihak lain, pilih mau SMS-an tapi ndak bisa jalan-jalan gara-gara ndak ada bensin atau sebaliknya?

Dan satu lagi, apa sampean percaya ada cinta 100% untuk satu orang saja? Saya kok belum percaya. Hati kita cuma satu. Tidak mungkin kalau hanya untuk satu orang saja. Hati musti di kapling, entah besar kecilnya itu relatif dan hak prerogatif yang mau bagi kaplingan wong yang punya hati.

Kalau sudah mengamini paragraf di atas, sampaikan slogan penjual bensin yang tak jauh dari tempat tinggal saya seperti di bawah ini pada kekasih anda.

“Cintamu tak semurni bensinku”

Akhirnya saya ucapkan “Selamat menikmati limpahan cokelat di hari ini” bagi yang mendapatkan program pengentasan gizi buruk, bagi yang tidak kebagian, jangan iri hati karena kita musti membaca taubat penggemar cokelat sebagai penawarnya. Anda merayakan? Saya tidak. Selamat merayakan bagi anda yang merayakan 🙂

Warung Tenda Kolonel Ituh

Siapa yang tidak kenal seorang balibul yang ada dibalik blog colonelseven. Dia jugalah dulu yang mengangkat sebuah event yang beken dengan nama muktamar Bloger waktu jaman rame-ramenya pesta bloger di ibu kota sana.

Saya tidak tau apakah tulisannya dialog tentang saran kepada ibu itu adalah benar adanya. Hanya bedanya hewan yang di jual beda antara praktik di lapangan dan yang ada dalam perbincangan itu.

Kemungkinan lain adalah sang kolonel mengganti daging Bebek, menjadi Daging Kambing setelah dia mengikuti penyerahan kambing dalam kegiatan sosial Bloggers for Bangsari.

Mengapa kok tiba-tiba saya nulis tentang Balibul? Karena saya ada rasa sama dia? Ohh… jelas bukan, saya masih normal dan bukan pecinta sesama jenis. Tulisan ini terpublish dengan suksesnya karena disaat kondisi saya yang ngambang bin bimbang pulang dari sawah, menjumpai sebuah warung tenda yang di bilangan babarsari Yogyakarta.

Ada yang tau dimana letak warung tenda balibul 1?

Sepi On

Ribut-ribut tentang spion lengkap (kanan-kiri) di kota sebelah ternyata menjadi sebuah efek domino ke kota Klaten. Di akhir 2007 kemarin Polres Klaten menertibkan pengendara sepeda motor untuk memasang spion lengkap selain aturan menyalakan lampu disiang hari yang sudah lama diterapkan di kota tersebut.

Saya pun serta merta langsung bongkar almari dan mencari spion sebelah yang sudah lama saya tanggalkan karena dulu di cap lucu, wagu karena bentuknya yang seperti dua tangan yang menengadah berdoa.

Ya waktu itu saya kalap, dan langsung melepas spion sebelah kiri. Namun dengan adanya peraturan di kota yang hampir setiap malam saya lalui, saya lebih memilih mentaatinya dari pada saya berurusan lagi dengan bapak yang berseragam dengan gagahnya di setiap pos penjagaan.

Alhasil ketika saya wira-wiri jalan ke sawah, ya terjadilah cemoohan, dan kawan-kawan semacamnya karena dua spion yang saya pasang.

Tetapi, jangan salahkan saya kalo ternyata kota ini (jogjakarta — saya), sebentar lagi juga menerapkan aturan ini. Menurut informasi yang saya dapatkan dari seorang yang berprofesi di salah satu kesatuan polisi di Yogyakarta, peraturan ini mulai di berlakukan di Yogyakarta mulai tanggal 15 Januari 2008.

Entah benar atau tida, kita lihat saja besok yang penting saya sudah mempersiapkan sedini mungkin. Ya bisa dibilang tulisan ini semacam early warning bagi pembaca yang akan atau setiap hari ikut meramaikan lalu lintas di Yogyakarta. Toh nyatanya dua spion memang dibuat dari pabriknya, ya seperti kita yang dikaruniai dua telinga atau dua mata titipan dari Sang Pencipta.

Asal muasal kata Spion

Oh iya mengapa judul tulisan ini Sepi-on, yah namanya juga orang jawa (saya maksudnya) suka ngutak-atik kata. Jadi asal muasal kata sepion adalah karena fungsi dasar dari spion pada kendaraan adalah untuk melihat kondisi jalan di belakang kita tanpa menoleh atau hanya dengan melihat kaca spion. Kalo lalu lintas sepi, boleh lah kita langsung mak kluwer belok. Seperti saklar pompa air kalo On, airnya bisa ngalir (kecuali kalo pompanya emang rusak). Jadi kalo sepi boleh langsung On belok dengan suksesnya.

Yakin analisa asal kata spion diatas adalah resmi dari saya sendiri, jadi kalo mau percaya ya monggo kalo ndak percaya itu lebih baik 😆

Akhirnya, selamat berkendara dengan nyaman semoga selamat sampai tujuan!

Senyum Pasti Pas

Katanya senyum itu ibadah? Ya itu benar. Sampai-sampai pertamina pun memasang iklan di sebuah koran lokal di Yogyakarta tentang layanan yang sedianya cukup melegakan bagi yang ingin berlama-lama ngisi bahan bakar. Meskipun SPBU Pasti pas sudah lama diluncurkan oleh Pertamina (berdiri sejak 2007 *apa ndak capek berdiri terus*) ndak jadi soal kalo saya nyempret-nyempret nulis soal itu lagi.

Yang pasti pas kira-kira senyum petugas dimata pelanggan, takarannya, uang kembalian atau apanya?

Blogger penggemar dan ahli komen pertamax, ndak bosen kalau ngantri postingan baru demi sebuah komen pertamaxnya ditemani mbak-mbak yang sengaja bersolek untuk pelanggan pertamax dan atau produk pertamina lainnya.

Himbauan dari pemilik SPBU blog bahwa pertamax habis pun bisa jadi tidak dihiraukan kalau petugas SPBUnya selalu bersolek dan tersenyum demi kepuasan pelanggan sertifikat Pasti Pas.

Untuk membuktikan bahwa iklan tersebuat murni HOAX atau bahkan bertolak belakang dengan kenyataan (petugas SPBU yang mayoritas laki-laki bukan perempuan seperti model dalam iklan) mari bersama-sama kroscek ke SPBU yang disebutkan dalam daftar berikut.

Kesimpulan cekak saya -dengan tidak bermaksud menjelekkan profesi petugas SPBU- tunjangan pegawai SPBU seyogyanya ditambah satu lagi sejak diluncurkannya program ini yaitu seperangkat alat kosmetik dan satu paket perawatan spa setiap bulannya bagi semua karyawan, baik laki-laki maupun perempuan 😀