Month: February 2008

Akademisi itu harusnya….

BISA MENYIMPULKAN PERBEDAAN ANTARA

Mahasiswa Biasa-biasa saja

Selalu semangat pergi kuliah karena segera pengen keluar dengan membawa gelar sarjana.

atau Mahasiswa Luar Biasa

Santai-santai ngapain juga buru-buru keluar, masuknya aja susah mesti pake SPMB kok pengen buru-buru keluar. Udah lah nikmatin dulu….

Yah maklumlah namanya juga mahasiswa luar biasa. Derajatnya sama ga ya dengan yang sekolah di SLB (Sekolah Luar Biasa)?

Kalau sampean masuk akademisi yang mana?

Blog Plat Merah

Ternyata bukan hanya kendaraan dinas saja yang berplat merah. Kapling villa baru saya disana atau yang dikapling sebelahnya juga disponsori oleh lembaga pemerintah yang menangani perguruan tinggi. Mau tau ceritanya silahkan bertandang ke villa baru saya disana. Saya sudah berhasil meracuni niko yang tersesat sampai nico.dikti.net, bisakah saya meracuninya untuk berpindah menggunakan engine wordpress? Kita tunggu saja.

Selamat mencoba!

 

Angan

Kita musti sadar bahwa dengan ijin Tuhan kita akan bertemu dengan usia senja. Bloger juga manusia bukan? Bukan sosok sakti mandraguna yang akan hidup sepanjang masa.

Siapa yang ndak kenal trio macan bloger yang sering dielu-elukan sebagai trimaskenthir di komunitas CahAndong? Siapa lagi kalau bukan pakdhe mbilung mac ndobos, ndorokakung dan paman tyo. Yah mereka adalah “kiblat” bloger jogja, meskipun tak sedikit juga bahan pembicaraan mengenai “ayam jantan”bloger yang rendah hati” dari timur.

Belakangan ini geng trimaskenthir seperti terlibat dalam perang. Perang profesi atau apalah namanya. Tapi saya amati ini lebih ke jenaka, tidak ada niat saling menjatuhkan dari singasana trimaskenthir (terlepas dari benar atau tidaknya profesi yang dijadikan amunisi tersebut).

Lihat saja rentetan serbuan dari ndorokakung dari tukang bakmi, jasa touris yang digawangi pakdhe ndobos. Seperti tak mau kalah pakdhe ndobos memberikan serangan balik dengan temuan bahwa ndoro kakung yang ternyata adalah seorang juragan pulsa dan pengusaha kripik.  Atau ontran-ontran tentang sebuah salon yang konon kabarnya milik paman yang punya duit meteran?

Diusia yang sudah matang dengan segudang pengalaman hidup seperti mereka, siapa yang tidak mengangguk, terpingkal-pingkal ketika membaca tulisan-tulisan diblog mereka.

Kelak kira-kira 20 tahun lagi, masih adakah bloger-bloger seperti antobilang, si Matt, tikabanget gojek kere perang profesi seperti yang dilakuken trimaskenthir? Meskipun saat ini sudah ada yang mulai mengikuti jejak trimaskenthir untuk membagikan penemuan profesi bloger yang mereka kenal seperti sandal dan kang hedi. Akankah mereka akan dinobatkan menjadi trimaskenthir sayap kiri yang menyeimbangkan trimaskenthir sayap kanan?

Ah sudahlah saya terlalu banyak berangan-angan dan penasaran, bagaimana nasib bloger (paling tidak beberapa bloger yang saya kenal saat ini) kelak mendapat undangan kopdar di usia senja. Yang jelas saya rindu kopdar dengan mereka.

Bensin

ITU CINTA

Dulu waktu jaman SMP saya bingung tentang apa istimewanya hari ini, menurut saya waktu itu biasa-biasa saja, datar seperti hari-hari sebelumnya. Tapi yang saya ingat teman-teman di kelas ribut gara-gara stok cokelat yang mendadak best seller dalam hari-hari itu dan kelabakan mau beli kemana lagi. Lah batin saya waktu itu biasanya beli soto dikantin aja ngutang kok pada nggaya beli cokelat.

Lepas dari itu saya nguping dari teman saya yang (katanya) bintang sekolah kalo dia punya banyak cokelat. “Cilaka pantas saja yang lain ribut mau beli kehabisan, lha wong coklatnya ditimbun si bintang”.

Waktu itu saya dapat cokelat dari teman dekat, tanpa ada kata pengantar dia langsung memberikan begitu saja ke tangan saya tepat di samping gedung sekolah.

Beranjak sedikit tua -halah-, saya baru paham bahwa coklat itu konon (isunya) ungkapan rasa kasih sayang. Tapi kalo menurut saya, coklat itu kan kalo malam dimakan, enak sih, tapi kalo sudah dimakan kan jadi ampas trus paginya dibuang. Lha kalo begitu berarti sama dengan tanda kasih sayang itu “habis manis sepah dibuang”, jadi ya jangan menyesal kalau kelak orang yang diberi tanda kasih sayang (baca: cokelat) terus ditinggal jalan sama OIL (orang idaman lainnya).

Mas, mas, kok ndak nyambung sama judul. Judul tulisannya itu Bensin bukan Coklat!!! Mau nulis BENSIN rasa COKELAT?

Oh maap sodara bukan itu… ini murni khilaf 😀

Kalau menurut saya yang polos dan bukan penganut materialisme ini, kasih sayang itu ibarat bensin. Lho kok bisa?

Ndak usah ngelak, cinta itu kan ya ada pasang surutnya seperti produksi BBM di negara kita yang pasang surut dan bahkan cinderung surut. Ndak percaya? Ya sudah titik.

Tadi yang pertama, yang kedua adalah bensin itu lebih cepat menguap dari pada air biasa, karena saya bukan ahli di bidang itu saya ndak akan memaparkan mengapa bisa demikian, kalau mau tau silahkan ngambil kuliah subuh sama emak sampean dirumah. Sama seperti cinta kan? Lihat saja artis-artis di ibukota sana, hari ini cerai besoknya dah gandeng sama yang lain. Ndak usah dipermasalahkan, itu kan masuk dalam pilihan hidup. Hidupku bukan hidupmu dan you know lah lanjutannya.

Yang ketiga, sudah pernah mengalami bagaimana sulitnya ngantri di SPBU? Jelas bukan untuk antri ke toilet tapi untuk beli premium atau bensin. Nah kadang cinta itu juga sulit dicari, termasuk dalam daftar langka sembako kehidupan. Misalnya, bloger kelompok jahat (kata simbok venus) akan merasa bahagia akan hadirnya bloger pelepas dahaga.

Yang ke empat, naiknya harga BBM jelas akan berdampak pada mereka yang sedang dimabuk asmara. Bagaimana tidak? Anggaran pulsa HP disisihkan untuk belanja BBM. Bahkan usaha mengencangkan ikat pinggang seperti puasa senin kemis pun dilakuken hanya demi mendapatkan simpati calon mertua untuk membeli bensin guna berkunjung dan bertatap muka dengan pujaan hati. Di pihak lain, pilih mau SMS-an tapi ndak bisa jalan-jalan gara-gara ndak ada bensin atau sebaliknya?

Dan satu lagi, apa sampean percaya ada cinta 100% untuk satu orang saja? Saya kok belum percaya. Hati kita cuma satu. Tidak mungkin kalau hanya untuk satu orang saja. Hati musti di kapling, entah besar kecilnya itu relatif dan hak prerogatif yang mau bagi kaplingan wong yang punya hati.

Kalau sudah mengamini paragraf di atas, sampaikan slogan penjual bensin yang tak jauh dari tempat tinggal saya seperti di bawah ini pada kekasih anda.

“Cintamu tak semurni bensinku”

Akhirnya saya ucapkan “Selamat menikmati limpahan cokelat di hari ini” bagi yang mendapatkan program pengentasan gizi buruk, bagi yang tidak kebagian, jangan iri hati karena kita musti membaca taubat penggemar cokelat sebagai penawarnya. Anda merayakan? Saya tidak. Selamat merayakan bagi anda yang merayakan 🙂

Warung HOROR

Akitifitas makan terasa begitu enak ketika kita berada ditempat yang nyaman, bersih dan suasana mendukung. Tentu saja menu makanan yang murah atau mahal belum jaminan terasa enak di lidah.

Pernah liat atau denger cerita penjual bakso yang mangkal di pinggir jalan kemudian didatangi pembeli yang ternyata adalah sundel bolong/kuntilanak? Itu sih adanya cuma di pilem.

Ada tetangga saya yang pernah diajak pergi melalanglang buana dara -tentu saja dunia lain- bersama dua sosok misterius tinggi dan berpawakan hitam disaat hari menjelang maghrib. Dari dia, saya dapet cerita bahwa dia ditawari makan tetapi setelah diamati hanyalah sepiring nasi -yang berisi pasir- dengan bakmie -yang katanya cacing hidup- di atasnya dan ia pun tak mau memakannya (true story).

Tapi lain halnya ketika yang terjadi adalah suasana makan terusik karena penjual ternyata adalah keturunan “DHEMIT” (sebangsa makhluk halus) atau koleganya? Tentu hal ini akan membuat bulu kuduk berdiri dan segera kita tinggalkan warung itu. Kecuali bagi yang sengaja mencari wangsit, sekedar tanya lotre besok pagi yang keluar berapa atau datang dengan kondisi perut benar-benar lapar.

Untung warungnya buka siang, kalo pas malam hari apa ndak tambah semegrik? Kalau sampean tertarik untuk njajal masakannya silakan cari alamat “jalan raya jatinom klaten”, jalur ini merupakan jalur alternatif Boyolali – Klaten. Saya sih cukup numpang lewat saja.

“Mbah dhemit” mungkin hanyalah julukan atau nama panggilan akrab seseorang, bukan makhluk halus beneran tentunya.