Maaf, gelas saya penuh

Seperti memori dalam sebuah komputer yang memiliki kapasitas terbatas, begitu juga kita manusia yang dikarunia sebuah organ yang juga berfungsi sebagai penyimpan memori bernama “otak”.

Seperti komputer yang kadang sampai hank, tidak dapat digerakan kursornya karena memori penuh demikian juga manusia.  Beban yang begitu berat dan banyak membuat pikiran saya sedikit kacau.  Mungkin ini kesalahan saya karena saya menganggap apa yang sudah menjadi kewajiban saya sebagai beban. 

Niatnya saya enjoy dan berfikir secara slow, tetapi tidak bisa jika tugas datang bertubi-tubi dan tidak sedikit berakibat pada tekanan mental yang teramat sangat dahsyat. 

Bagaikan gelas, saat ini saya adalah gelas yang hampir terisi penuh dan hanya menyisakan sedikit ruang bagi saya.  Saya pingin melepaskan isi gelas ini, tetapi apa daya, tidak ada gelas lain  yang mau diajak berbagi.  Saya tidak mau menjadi gelas yang serakah dengan menampung “isi” terlalu banyak, sampai luber yang isinya membasahi mana-mana, mubazir katanya.

Kalau gelas saya isinya es cendol, air teh atau sekedar air putih itu nikmat sekali, tetapi bagaimana jika isinya pekerjaan dan tugas kuliah bir yang sangat memabukkan.

Saya ingin melepas tahta tanggung jawab ini, tetapi kepada siapa saya musti mengadu untuk melapaskannya?  Saya rela meninggalkan kursi empuk dengan banjir bandwith  ini asalkan saya bisa sedikit mengosongkan gelas yang hampir penuh ini.   Apa saya harus berpindah ke meja sebelah?  Siapa tahu disana saya bisa menjadi gelas yang setengah kosong dan bisa lebih menikmati hidup, meskipun akibatnya saya harus menyesuaikan dengan lingkungan baru.

Malam ini, saya musti berangkat ke “kawah condrodimuko” niatnya untuk menimba ilmu.   Semoga tidak ada yang mengisi gelas saya lagi dengan cairan berwarna putih yang terlihat seperti susu tetapi ternyata bukan, hanya air tajin (air yang ada pada saat menanak nasi) yang jauh dari bergizi katanya.  Ya, saya masih terbebani tugas-tugas akhir semester.  Kalau ada mahasiswa yang bilang, dosen adalah penentu nasibnya, mungkin saya berbisik mengamini meskipun di hati saya sangat mengamini penentu segalanya adalah Dia Yang Maha Berkehendak.

Maaf, gelas saya penuh. Ke gelas yang lain saja. Duh Gusti, paringono kawulo kesabaran, jembar atine lan dowo ususe. Amin.

25 comments

  1. Tugas akhir disini, bukan skripsi lho ya, tapi tugas semester ini yang menumpuk. Itu ndak masalah selama ada mbah gugel, tetapi pekerjaan lah yang menyita tenaga dan pikiran saya.

    Btw, terima kasih buat support yang diberikan kawan-kawan semua.

    @dr, ya mungkin tak ada salahnya kita mengetuk pintu sebelah untuk mengadu nasib disana

  2. Ok.. semangat yah… yg penting kita harus sabar dalam menjalani semua ini.. biar hasilnya bisa kita nikmati dikemudian hari, setelah annots lulus! jadi semangat dan sabar

  3. hmmm…gw serasa bernostalgia..tapi akhirnya gw milih beresin kuliah dulu walopun dah telat. tapi akhirnya setelah kuliah gw malah dapet sesuatu yang jauh lebih besar. dan yang penting bisa fokus. fokus bro. satu satu diselesein. ojo nggeragas..:mrgreen:

  4. @unai, koyone emang butuh penyegaran mbak. Mudah2an bloger bekisar bisa menyegarkan pikiran saya😀

    @sandal, men betah ngeleh kamsudnya. Turut prihatin dengan kondisi bangsa ini *alesannn*

  5. Saya juga pernah kek gitu.
    Saking overloadnya, kepala kerasa berat,
    sampe nyanyi2 sendiri di kamar mandi,
    lagunya balawan yg vidio klipnya ada tari bali:

    “Semua bisa Gila, sayang… semua bisa Gila…”

  6. “Apa saya harus berpindah ke meja sebelah? ”

    mo tukeran meja sama saya pow ???
    di meja saya dingin loh .. .
    tapi klo tukeran nama ogah.. nama smpeyan banyak yang nyari je

  7. [case closed] sementara beban saya sudah mulai banyak berkurang. Sudah ada ahlinya yang mengambil alih. Kita serahkan sama ahlinya, terima kasih atas dukungan dan doa semuanya.

    @daliman, mari kita rayakan dengan air kedamaian😀 *air kedamaian ki sing koyo ngopo kang?*

  8. mas, gelasnya dah penuh ya…mo saya tambahin gelasnya mas..?? gratis kok..
    kasian klo gara-gara gelas penuh jd sutress gitu😀
    But, keep on spirit yach…
    Mungkin sekarang lo dibikin “gila” tp klo udah dilewatin biasanya jd bahan ketawa “gitu aja kok repot” (*ngikutin seseorang)

  9. enak ya jadi orang yang sibuk !!?
    bantuin dong aku ga punya kesibukan nih !
    waktu-waktuku hanya khabiskan untuk main game..
    bagai mana ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s