Berita cuaca

Sudah hampir satu minggu ini, Yogyakarta mengalami masa-masa dimana cuaca yang tidak menentu. Di siang hari sebentar panas, sebentar hujan kemudian panas lagi. Pada malam harinya taburan bintang-bintang di langit pun tidak bisa menjadi pertanda bahwa hari tidak akan hujan. Seperti tadi malam dalam perjalanan untuk membahas acara bloger BEKISAR (bersih-bersih sekitar mercusuar), hujan pun turun secara parsial dan tidak merata di semua wilayah bahkan hanya dalam radius 2-3 km.

Hal seperti ini kadang sering membuat kita jengkel, karena sudah terlanjur berhenti untuk mengenakan rain coat (jas hujan) dan melanjutkan perjalanan. Belum beranjak jauh, kita sudah melihat jalur yang kita lewati kering tanpa ada bekas air sedikitpun yang membasahi jalan. Nggonduk, mungkin orang jawa begitu menyebutnya.

Lantas saya berpikir, dulu yang biasanya di setiap program acara berita distasiun tv selalu menayangkan prakiraan cuaca, kini hampir tidak ada atau ditiadakan mungkin karena kondisi cuaca yang tidak menentu dan takut jika esoknya dituduh sebagai penyebar HOAX.

Kita sebagai manusia, harusnya bisa tau diri bahwa bumi tempat kita berpijak ini sudah sepuh. Kalau orang sudah sepuh, biasanya baru jalan sedikit saja sudah keluar keringat dan ngos-ngosan. Selain itu bisa jadi nama “Global Warming” membuat bumi ini merasa panas dan sering berkeringat bahkan pada malam hari. Jikalau “Global warming” bisa ngeblog, mungkin dia akan menuliskan tentang curahan hatinya “Mengapa saya yang selalu dituduh menjadi biang kerok semua bencana di muka bumi ini?”.

Jika air hujan di ibaratkan sebagai keringat bumi ini, sampai kapan kita biarkan bumi kita memiliki keringat berlebih. Kita harus respect dengan tempat tinggal kita, kita harus pikirkan deodorant untuk mengatasi keringat berlebih ini.

12 cara yang ditulis KOMPAS, mungkin bisa menuntun kita untuk menjadikan bumi terhindar dari penuaan dini dan tentu saja lebih awet muda. Atau untuk yang lebih senang menggunakan bahasa impor, enn.com menurut saya cukup bagus untuk kita translate dan dipublikasikan ke khalayak umum.

Saya jadi teringat dengan lagu yang dipopulerkan Gombloh lantas di daur ulang oleh Group musik Boomerang dan judulnya saya jadikan judul tulisan ini, berikut sepenggal liriknya,

Mengapa tanahku rawan ini
Bukit bukit telanjang berdiri
Pohon dan rumput enggan bersemi kembali
Burung-burung pun malu bernyanyi

Kuingin bukitku hijau kembali
Semenung pun tak sabar menanti
Doa kan kuucapkan hari demi hari
Kapankah hati ini kapan lagi

Mungkin seperti itulah kondisi saat ini tentang sebuah bola besar yang melayang-layang di angkasa bersama benda langit lainnya dengan manusia yang berakal cerdas diatasnya.

23 comments

  1. prakiraan cuaca sekarang nggak lewat tipi, mas.
    tapi lewat sms, ym, email, milis, forum, bahkan blog.

    isinya :

    “Hadi ini hujan diperkirkan turun di kawasan Jogja dan sekitarnya.
    Sebarkan pesan ini kepada rekan2 Anda, dan lihat keajaiban malam ini”

    *tipikal hoax* :))

  2. manusia lah biang kerok semua ini.Bencana Dari kita , pasti akan kembali ke kita. Btw, apa sih hasilnya konfrensi link.hidup yang di nusa dua kemarin ? (bener-bener gak tau .ӣ$%%)

  3. Beberapa minggu lalu, Bandung juga seperti itu. Nggak menentu dan bikin bingung, hujan besar banget, tapi cuma 5 menit😆 udah gitu langsung panas. Tapi, sekarang sih panas…

  4. iya nih, jogja sekarang gak bersahabat lagi, jadi jarang nyuci, hiks hiks. terpakas keluar duit ntuk “jasa cuci”. btw, sorry bro, gak bisa ikutan acara kumpul2nya :p

  5. bukannya emang lagi ada peralihan musim ya?
    ah tapi kalo orang yang berasal dari kota nelayan… tepi pantai gitu maksudnya :D… pasti g terlalu heran ama perubahan cuaca yang g menentu….🙂

  6. Indonesia terletak stategis dari negara lain, tapi juga berimbas pada pertemuan arus barat timur..jadi jikalau cuaca tak menentu, banjir, longsor maka patut kita instrospeksi..

    bumi kian tua, maka patut kita lestarikan..

  7. lha tadi malem, cuaca lagi cerah banget makanya aku pengen jalan2. eh baru juga keluar dari pager, mak bresssss….ujan gede. males masuk rumah lagi soalnya udah terlanjur dandan (halah!), terpaksalah lari2 nyari becak. ampun dah!

  8. waktu liburan harpitnas akhir tahun kemaren, jalan ke jogja. rasanya semakin panas saja yah. kemringet terus seharian. (lha iya wong pit-pitan keliling kota)..bwakakak!

  9. tdk di Jogja ajah yg trn hujan tapi ada di beberapa daerah yg juga hujan. Cuacanya yg memang tdk bagus, habis ulah dari manusia itu sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s