Ini Khusus Dewasa

Tolok ukur dari kedewasaan bukan hanya dari semakin bertambah banyaknya umur atau datangnya uban yang sudah menggelayut di kepala. Lantas, bagaimana cara mengetahui seseorang dewasa atau tidak? Jelas sangat sulit kalo hanya melihat sepintas saja.

Orang-orang yang merasa dewasa, lantas mengiyakan apa yang dimauinya dengan dalih “Sayakan sudah dewasa”. Kejadian seperti ini dulu biasanya banyak dialami ABG yang menunggu datangnya usia 17 tahun (sweet seventeen atau apalah namanya) biar ndak terbentur soal perijinan dari orang tua. Jelas ijin pacaran tentunya, selain ijin yang membatasi minimal 17 tahun lainnya. Lantas bagaimana dengan ABG sekarang? Ya kita bisa lihat kunci jawabannya di sekitar kita.

Status “Dewasa” sering menjadi sasaran, terget atau mangsa pasar pihak produsen. Saya tidak akan menyebutkan produk-produk apa saja yang membubuhkan label “Khusus Dewasa” atau “17+” dalam setiap kemasan produknya.

Saya hanya ingin menginformasikan tentang apa yang saya lihat kemarin sore di sebuah jalan di bilangan Papringan Yogyakarta. Ya sebuah iklan yang ditempel di gapura masuk, tentang adanya produk baru di Yogyakarta. Mungkin bagi yang sudah bosan dengan tontonan tv jaman sekarang dan sudah mengaku dewasa bisa pindah ke JOGJA dan mencoba produk ini.

Merupakan satu alternatif yang benar-benar tidak saya bayangkan bisa hadir di Jogja yang konon adalah kota yaang kaya dengan kultur budaya jawa yang menjunjung tinggi nilai sopan santun.

Lantas, saya bertanya “Sudahkah produk ini masuk di kota Anda?”.

37 comments

  1. bagaimana cara berlangganan, sebenernya itu ada nomor yang bisa dihubungi tapi saya blur. kalo ndak saya harus minta jatah royalti karena saya bantu iklan😀

  2. satu lagi posting ttg ini…
    saya siy liatnya di gondomanan ama jalan mataram
    itu nangkep pake parabola liar kali yaw?
    mencoba nelponkah btw? ;p

  3. seharusnya gak usah di publikasi om
    jadi yang nggak tau tetep nggak tau
    dan nggak pengen cari tau
    biarin yang tau aja pada cari tau
    jangan yang nggak tau malah di kasih tau

  4. internet diributin

    dulu buta huruf diributin

    dulu premanisme diributin

    dulu korupsi diributin

    dulu jalan macet diributin

    semua diributin

    but hasilnya nihil

    kalaupun ada hasil,juga diributin.dari muali pimpinan sampai pemulung,

    ribut melulu gak ada yang ngebersin

    hehehehehehheheheheheeheheheheheeeee

    mari kita ribut2 terus aja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s