Sepi On

Ribut-ribut tentang spion lengkap (kanan-kiri) di kota sebelah ternyata menjadi sebuah efek domino ke kota Klaten. Di akhir 2007 kemarin Polres Klaten menertibkan pengendara sepeda motor untuk memasang spion lengkap selain aturan menyalakan lampu disiang hari yang sudah lama diterapkan di kota tersebut.

Saya pun serta merta langsung bongkar almari dan mencari spion sebelah yang sudah lama saya tanggalkan karena dulu di cap lucu, wagu karena bentuknya yang seperti dua tangan yang menengadah berdoa.

Ya waktu itu saya kalap, dan langsung melepas spion sebelah kiri. Namun dengan adanya peraturan di kota yang hampir setiap malam saya lalui, saya lebih memilih mentaatinya dari pada saya berurusan lagi dengan bapak yang berseragam dengan gagahnya di setiap pos penjagaan.

Alhasil ketika saya wira-wiri jalan ke sawah, ya terjadilah cemoohan, dan kawan-kawan semacamnya karena dua spion yang saya pasang.

Tetapi, jangan salahkan saya kalo ternyata kota ini (jogjakarta — saya), sebentar lagi juga menerapkan aturan ini. Menurut informasi yang saya dapatkan dari seorang yang berprofesi di salah satu kesatuan polisi di Yogyakarta, peraturan ini mulai di berlakukan di Yogyakarta mulai tanggal 15 Januari 2008.

Entah benar atau tida, kita lihat saja besok yang penting saya sudah mempersiapkan sedini mungkin. Ya bisa dibilang tulisan ini semacam early warning bagi pembaca yang akan atau setiap hari ikut meramaikan lalu lintas di Yogyakarta. Toh nyatanya dua spion memang dibuat dari pabriknya, ya seperti kita yang dikaruniai dua telinga atau dua mata titipan dari Sang Pencipta.

Asal muasal kata Spion

Oh iya mengapa judul tulisan ini Sepi-on, yah namanya juga orang jawa (saya maksudnya) suka ngutak-atik kata. Jadi asal muasal kata sepion adalah karena fungsi dasar dari spion pada kendaraan adalah untuk melihat kondisi jalan di belakang kita tanpa menoleh atau hanya dengan melihat kaca spion. Kalo lalu lintas sepi, boleh lah kita langsung mak kluwer belok. Seperti saklar pompa air kalo On, airnya bisa ngalir (kecuali kalo pompanya emang rusak). Jadi kalo sepi boleh langsung On belok dengan suksesnya.

Yakin analisa asal kata spion diatas adalah resmi dari saya sendiri, jadi kalo mau percaya ya monggo kalo ndak percaya itu lebih baik😆

Akhirnya, selamat berkendara dengan nyaman semoga selamat sampai tujuan!

39 comments

  1. Saya tinggal di Prambanan🙂 waktu itu ke BHI kebetulan barengan sama sandalian.com, dan waktu itu katanya ga serame jumat lainnya karena memang hari libur😀

  2. wahahahahaha… istilahnya maksaaaaa😆 hahahaha *dilemparin spion sama annots*

    ehm.. gak mas.. ampun ampun:mrgreen:

    eniwei.

    yep, pasang aja mas. toh tu aturan juga untuk kebaikan…

    *jadi inget kemarin nabrak motor gara2 gak liat spion*

    kalau gak suka sama model spionnya, kan bisa beli ganti tuh cari2 style spion laen…

  3. lha itu kan termasuk kampanye safety riding, saya juga pake spion 2 asli bawaannya motor yang lebarnya kek sandal itu. tapi ya saking lebarnya tuh spion saya jadi gampang lihat belakan tanpa nolah-noleh😛

  4. dulu awal naek motor, spionku dua pdhl waktu itu lagi model spion tekuk…
    setiap kali ku naek tu motor, temenku ngejekin “wah motormu rajin ibadah, tiap saat berdoa mulu.. ” *sambil matanya nlirik spion, trus ngangkat dua tangannya tinggi2*

    wasyem…

  5. bagus deh. aku paling sebel kalo ada motor yg spionnya gak lengkap (apalagi gak pake spion). dikira sedetik dua detik yg dipake nengok ke belakang sebelum belok itu gak bahaya apa, ya? ntar kalo kenapa2 gak mau disalahin….:D

  6. Pingback: Item Maniz
  7. Asyem… Asyem… Asyem…

    Moga Jogja ndak kena. Aku baru lepas spion lagi soalnya. Biasalah, anak muda motor tanpa spion…
    Jadi buru-buru pasang sebelah kiri nih. Sebelah kanananya hilang ga tau ke mana.👿

  8. lebih bagus dua spion juga di pasang biar selalu ingat karo sing gawe urip… sinambi nglirik kiwo tengen, ono sing iso diijin ora? termasuk pak Pulisi…

  9. @ojat
    apa ndak lebih malu lagi kalo pake motor tanpa busana?

    @cewektulen
    sepertinya sampean memang tipe cewek setia, meskipun sama spion

    @nisa
    makanya kalo belajar mobil jangan di sekitar komplek *baca palng di depan gang*

    @ridu
    anda lebih hebat, hanya dengan sedikit senyum polisi bisa luluh lantak hatinya

    @praditya
    berarti ketilang 5x? emang Kelakuan!!!

    @totoks
    dan kalo nyalip cewek, bisa ngelihat “kunci jawabannya”😆

    @ilhamsaibi
    cari di google aja, insya allah ketemu gambar spion

    @goore
    ya itung2 motornya nutupi yang punya kalo ibadahnya dinilai masih kurang, dan saya tau siapa sampean😀

    @venus
    kalo liat yang gituan tinggal bunyikan klakson kenceng2 mbok

    @uthie
    hayah ga penting kok ikut posting :p

    @fuadz
    kalo sapi-on, mungkin itu blesteran indo arab, antara sapi dan onta

    @rozenesia
    yang sebelah kanan ilang? ya jelas ga ada, wong ketinggal di kampung halaman

    @arraw
    maksudnya ngintip dikejar pak pulisi ato ga ya mas? *sakaw*

  10. suatu hari di sebuah jalan di kawasan Ungaran menuju Semarang

    pak pulisi: pritt!!!!
    saya: salah saya apa, pak? *bingung*
    pak pulisi: selamat siang, bisa liat surat-suratnya
    saya: salah saya apa, pak? *masih bingung sambil menunjukkan sirat-surat plus pasang tampang horny memelas*
    pak pulisi: anda dari mana mau ke mana?
    saya: dari JOGJA mau ke SEMARANG, pak! salah saya apa, pak? *masih pasang tampang memelas*
    pak pulisi: oh, itu tolong spion sebelah kiri dipasang, ya. di Semarang sudah wajib itu..
    saya: wah, saya ndak tau, pak! baik, segera akan saya pasang, pak!
    pak pulisi: baiklah, untuk saat ini anda saya maafkan. tolong segera dipasang spionnya, yah! *menyerahkan kembali surat-surat*
    saya: baik, pak! makasih, pak! *menghela nafas keenakan lega*

    ini nyata, bung! motor saya sekarang juga SPION DUA!!

    SALAM SIPON DUA!!

    *ngontak antobilang buat mbikinin banner SAYA SPION DUA*
    😀

  11. Di Semarang cuma berlaku untuk 2 Bulan.
    Sekarang aku masih setia menyalakan Lampu depan, malah seperti jadi seorang pengendara aneh. Soalnya yang lain lampunya pada di matiin kalo siang.

    Doooh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s