Jadilah orang bodoh

Dua orang tampak bercakap-cakap setelah membaca secarik kertas bekas bungkus tempe.

A : Lho piye to Nots, kok malah di anjurkan jadi orang bodoh?
Q : Bukan gitu, saya cuma liat banyak orang yang menggebu-gebu nyari ilmu sampe title nya kayak gerbong, tapi akhirnya cuma jadi kuli juga.
A : Maksudnya?
Q : Tau kan, orang bodoh itu karena ndak punya ijazah, trus terpaksa buka usaha sendiri. Agar usahanya selesai dia bayar orang pinter buat di rekrut jadi karyawan. Jadi orang bodoh itu jadi bosnya orang pinter.
A : Lha tapi orang bodoh kan sering buat kesalahan? Kadang mbaca, nulis aja ga bisa
Q : Kalo ga bisa mbaca nulis itu orang bodoh keluaran tahun berapa? Tahun 60-an? Ya wajar. Kalo sekarang orang kalo ga bisa mbaca nulis itu bukan ga bisa mbaca tulisan yang di koran atau buku, tapi ga bisa baca tulis script php, c++ dan teman-temannya itu. Trus karena ndak bisa, di rekrutlah sarjana komputer. Bahkan kalo mau, pakar telematika juga boleh ikut ndaftar. Itu cuma contoh saja…
A : Wah bener kamu, saya juga belum dapet kerja je, padahal IP saya kalo di jumlah lebih dari 4 koma. Semester satu IP saya 1,9, kedua 1,58, ketiga 2,0. Yen di jumlah sudah lebih dari 4 koma toh, wah hebat ya saya.
Q : Gundulmu itu…wis kamu itu memang bodoh tapi saya ndak bisa mbayangke kalo bapak buahnya seperti kamu trus anak buahmu kayak apa?

Mau tau apa yang dibaca mereka?

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu ia harus rekrut orang pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja.

Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). Oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh
sudah ada di atas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang-orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar “meratap-ratap” kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri Ford), Thomas Alfa Edison, Liem Siu Liong (BCA group) adalah orang-orang Bodoh
(tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk
mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar ergantung pada orang bodoh.

Saya trus jadi inget pesen bapak saya, “Wong pinter kuwi kalah karo wong bejo”. Bukan berarti bapak saya nyuruh saya jadi orang bodoh trus berdoa / belajar jadi bejo, tapi jadi manusia yang tansah eling lan waspada (selalu ingat pada yang Maha Kuasa dan selalu waspada) .

A : Berarti pakdhe Bejo kae uripe bejo terus ya? Pantesan bojone ayu.
Q : !@#$%^&*

NB : Penggalan “tentang orang bodoh” diatas dikirim mas slamet riyanto kakak kelas saya, saya cuma nambahi dialognya dan pernak-perniknya saja😆

13 comments

  1. bingung klo mikirnya udah kayak gini….tp orang pintar bisa dibodohin….tapi orang bodoh kayaknya gk bisa dipintarin..so mending jadi orang pintar….wehehehehe…..

  2. @ika
    Setau saya pakdhe bejo tempat saya SD aja ndak TAMAT tuh, mau pinter dari mana jal?

    @landy
    Kamu bacanya dari ketinggian berapa, kok serasa dalem banget 😀

    @anno’
    Lebih enak lagi kalo dah pinter trus punya hobby jalan-jalan seperti sampeyan itu

    @aprikot
    berarti sing nduwe duit kuwi luwih bejo meneh…

  3. saya maunya jadi orang yang punya banyak duit… itu yang mana ya? abis kalo banyak duit tapi dipake buat bayar orang pinter males juga… mending bayar sendiri ajah…

  4. @Swiwi™
    Bagian tengah dari milis selebihnya saya sendiri

    @funkshit
    Mana buktinya? Ga bisa membuktikan = HOAX!! Toh memang niatnya saya mereview yang saya dapet dari kakak kelas saya😀 jadi ya maklum buat yang tidak berkenan dan tidak terima dengan postingan ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s