Akhir perburuan “Ayam Kampus”

Cuaca mendung setiap sore hari belakangan ini membuat saya enggan pulang ke rumah dan betah untuk sekedar duduk di depan monitor. Terlalu lama duduk di depan monitor, kadang memang membuat mata cepat lelah dan bosan. Kebosanan itu yang mengingatkanku kepada menu di warung ayam dekat kampus yang akhir bulan lalu saya tuliskan di blog ini. Wal hasil, sambil menunggu makan malam saya betah-betahkan berlama-lama di kursi malas ini untuk sekedar melanjutkan “Perburuan warung ayam deket kampus”. Ya paling ga untuk meramaikan SEO “ngaduayamkampus2007” yang sudah di gagas waktu blonjo kupat kemaren sama founding father antibilang dan seorang narasumber KH Radar Jogja. Pikir saya, musim hujan begini ditemani ayam kampus goreng dengan sambal pedas kok kayaknya enak ya. Tambah manteb saja niat saya melanjutkan perburuan malam ini.

 

Untuk menemukan lokasinya ternyata tak semudah seperti menemukan spanduknya yang ada di berbagai tepi jalan raya, atau di tempat-tempat strategis lainnya. Setelah dua hari berjalan menyusuri Jl. Raya Seturan akhirnya ketemu juga kandang warung ayam deket kampus itu. Perkaranya baliho ayam ganjen itu ada ditempat yang bagi saya terlalu tinggi dari sudut penglihatan mata. Tepatnya ada di sebelah utara kantor BRI yang ada disebelah utara selokan mataram. Dari UPN menyusuri jl. Raya Seturan ke arah selatan, sampai ketemu kantor/ATM BRI, nah “TKP “ada di sebelah utaranya.

Dengan penampilan yang modern (dari depan), ternyata di dalamnya tak semudah nganti kopi di manut cafe, atau blandongan yang digunakan untuk perundingan blonjo kupat 27 Oktober yang lalu. Antrian yang panjang dan membingungkan bagi orang yang pertama kali baru datang. Bingung mau antri di kasir, ngambil nasi atau pilih tempat duduk, atau langsung pilih ayamnya menunya?

Pilihan menunya tak kalah menarik dengan iklannya di jalan-jalan, semakin mengundang ada paket ayam menor, paket ayam kentang, paket ayam bertelur. Yang tak kalah menantang untuk dicicipi dijadikan pilihan adalah paket short time dengan sambal terong, sayur asam yang menggoyangkan lidah, dan juga kalo ada waktu lebih bisa ngicipi paket ayam yang lain ditempat remang-remang ini. Tenang tidak ada biaya sewa meja kursi untuk menyantap ayam yang ini, paling ongkos parkir*).

*) Syarat dan ketentuan berlaku.

Saya tidak bermaksud mengiklankan warung ini, saya cuma tertarik sama gambar ayamnya yang bikin kanjen band itu (j=g).

Secara keseluruhan, sepertinya keberadaan warung ini akan sedikit mengusik warung plesetan dari Eropa yang ada di ujung utara sana, dengan pilihan paket dengan tahu kuningnya yang tak kalah lezatnya (suasana lesehan dan tempat yang romantis pas untuk “mojok” bersama).

Walhasil, menurut orang awam yang lidahnya tak secanggih lidah sodara “Bondan Zamroni” -pakar kuliner dan candi- menyimpulkan sambalnya emang bikin birbir berkotek, dan untuk sekedar cuci mata bolehlah disini tempatnya.

 

23 comments

  1. Nunggu pak bondan yang itu *lirik Zamroni* lama banget, saya keburu ndak sabar untuk segera menikmati paha ayam bakar yang satu ini.

    Ada makan malam gratisan ditolak? Mana tahan….???😀

  2. wiiii dah icip-icip “ayam kampus”nya to mas?? gimana rasanya?? jd penasaran juga nich eike…cewe boleh icip-icip juga ya hihihihihihi
    salam kenal ya mas sekalian ijin ngelink dech biar sering main :p

  3. @funkshit
    Eh bukannya ayam kampus itu sainganmu? Sampeyan kan yang hobby makan Mie Ayam Pangsit itu kan? *ditimpuk sekilo pangsit basi*

    @aprikot
    jangan lupa seret saya juga untuk menemani😀

    @iks
    yeaaaahhh, memuaskan….cuma kok parkirnya bayar yah?

    @wiedy
    semua bisa ngicipi ayam yang satu ini, paling ga yang paket menor biar ketularan menornya gyahahahha

    @paijo
    doanya sih semoga bebas H5N1 dan HIV Aids *lho kok??*

    @deep
    hehehe, siapkan perut kosong dan mata yang sehat bung

    @starboard
    Itu asli semua lho, padaknya saya ini nyebar HOAX?

    @nisa
    Ga usah dibayangin nis…jadi pengen malu berkotek lagi…

    @iman brotoseno
    kalo ke jogja, kasih kabar pak. Blogger jogja siap menyambut dan menemani perjalanan anda *bahasa halusnya minta di traktir -heleh-*

  4. salam kenal juga… kemaren pas ke seturan pingin juga tuh mampir ayam kampus, cuman lagi penuh banget jadi agak males… suka kuliner juga yah? cobain deh sate karang (kalo udah pernah yawis), di lapangan karang kota gede… ntar kalo udah nyoba kasih komen ya

  5. @peteer
    Mungkin ada, tapi harganya mungkin jauuuuh lebih mahal kali ya….

    @ano
    Hmmm, kayaknya bakalan ke kote gede ngajak “bondan zam winarno”

    @alle
    kemaren saya sudah ngajak, situnya aja yang ga ngeeh😀

    @leksa
    jangan salah, disana banyak temen2 seangkatan sampeyan bung!!

    @zam
    ayam kampus yang ini ndak ada hubungan sama fakir benwit, tp memang disana ga ada hotspotnya

    @munggur
    pengen yang mana? menor, short time atau yang “lainnya”?

  6. kl ayam kampus yg satu ini bebas dr maraknya undang-undang pornografi, pkknya g bkl kena dech. tarifnya sangat terjangkau, bs nambah sepuasnya. g perlu pusing cr tempat unt menikmatinya. halal & ngangeni.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s