Month: November 2007

Kerokan

Merasa dipertanyakan sama si eneng yang suka ga bayar angkot, “antara apa hubungan antara warna baru di blog saya, dokter cantik dan polisi” pada tulisan saya kemarin, saya pengen mencoba memberikan klarifikasi melalui tulisan ini. Yah sekedar mengisi waktu luang di tengah semrawutnya pikiran karena ndak bisa browsing dengan kaffah (seperti apa browsing yang kaffah itu?) karena lemotnya koneksi diruangan saya *gedor-gedor pintu ruang admin server*

Kembali kemasalah awal, mengapa setelah sakit dan bertemu dengan dokter cantik itu warna blog saya berubah dengan tema merah dan hitam? Simpel saja, warna itu adalah warna seperti orang habis kerokan. Bagi yang belum tahu menahu soal kerokan atau yang sudah tahu tetapi belum pernah nyoba, hmmm…jangan salah pengobatan tradisional ini cukup mujarab untuk mengatasi masuk angin, flu, tegang di leher akibat salah posisi tidur, perut kembung, dll. Sebelum saya ke dokter, pengobatan ini lah P3K (Pertolongan Pertama Pada saat Kepepet) saya dirumah 😀 Continue reading

Jadilah orang bodoh

Dua orang tampak bercakap-cakap setelah membaca secarik kertas bekas bungkus tempe.

A : Lho piye to Nots, kok malah di anjurkan jadi orang bodoh?
Q : Bukan gitu, saya cuma liat banyak orang yang menggebu-gebu nyari ilmu sampe title nya kayak gerbong, tapi akhirnya cuma jadi kuli juga.
A : Maksudnya?
Q : Tau kan, orang bodoh itu karena ndak punya ijazah, trus terpaksa buka usaha sendiri. Agar usahanya selesai dia bayar orang pinter buat di rekrut jadi karyawan. Jadi orang bodoh itu jadi bosnya orang pinter.
A : Lha tapi orang bodoh kan sering buat kesalahan? Kadang mbaca, nulis aja ga bisa
Q : Kalo ga bisa mbaca nulis itu orang bodoh keluaran tahun berapa? Tahun 60-an? Ya wajar. Kalo sekarang orang kalo ga bisa mbaca nulis itu bukan ga bisa mbaca tulisan yang di koran atau buku, tapi ga bisa baca tulis script php, c++ dan teman-temannya itu. Trus karena ndak bisa, di rekrutlah sarjana komputer. Bahkan kalo mau, pakar telematika juga boleh ikut ndaftar. Itu cuma contoh saja…
A : Wah bener kamu, saya juga belum dapet kerja je, padahal IP saya kalo di jumlah lebih dari 4 koma. Semester satu IP saya 1,9, kedua 1,58, ketiga 2,0. Yen di jumlah sudah lebih dari 4 koma toh, wah hebat ya saya.
Q : Gundulmu itu…wis kamu itu memang bodoh tapi saya ndak bisa mbayangke kalo bapak buahnya seperti kamu trus anak buahmu kayak apa?

Mau tau apa yang dibaca mereka?

Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu ia harus rekrut orang pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.

Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja.

Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.

Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). Oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh
sudah ada di atas.

Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang-orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.

Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja.
Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar “meratap-ratap” kepada orang bodoh agar tetap diberikan pekerjaan.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.
Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri Ford), Thomas Alfa Edison, Liem Siu Liong (BCA group) adalah orang-orang Bodoh
(tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk
mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar ergantung pada orang bodoh.

Saya trus jadi inget pesen bapak saya, “Wong pinter kuwi kalah karo wong bejo”. Bukan berarti bapak saya nyuruh saya jadi orang bodoh trus berdoa / belajar jadi bejo, tapi jadi manusia yang tansah eling lan waspada (selalu ingat pada yang Maha Kuasa dan selalu waspada) .

A : Berarti pakdhe Bejo kae uripe bejo terus ya? Pantesan bojone ayu.
Q : !@#$%^&*

NB : Penggalan “tentang orang bodoh” diatas dikirim mas slamet riyanto kakak kelas saya, saya cuma nambahi dialognya dan pernak-perniknya saja 😆

Mimikri blog dan dokter cantik

Seminggu ini saya tenggelam dari dunia blog, bukan karena hibernasi atau hiatus.  Atas anjuran dokter cantik itu saya terpaksa harus mengurung diri di rumah, istirahat dari suasana ruang kerja, blogosphere nan riuh dengan pembahasan yang macam-macam.

Kembali ke mimikri, masih inget dengan istilah ini?  Mimikri adalah cara adaptasi yang di miliki bunglon.  Dimana dia hinggap kulitnya langsung menyesuaikan dengan warna lingkungannya.

Nah demikian dengan saya, warna obat dan bungkusnya (dominan putih, pink, di bungkus warna merah dan kombinasi hijau, hitam) pemberian dokter awal minggu kemarin, membuat saya terpaksa mengganti warna rumah (baca: blog) saya ini.   Dengan harapan bisa ikut mengobati sakit, dan tidak membawa sial lagi.  Kata orang pinter (professor?), warna bisa mempengaruhi kesehatan seseorang.

Dokter cantik yang tinggal dekat dengan komplek candi sewu, candi asu (nama sebenarnya) ini ramah, tak kalah lagi karyawatinya, hmmmm…. tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.  Saya tidak akan menggambarkan lebih soal dokter itu, karena saya tidak bermaksud mengeksploitasi, apalagi ngojok-ngojoki anda untuk sakit dan berobat kesana. Maaf juga ndak ada skrinsyut, karena jelas saya ndak persiapan kamera untuk membidik dokter tersebut.  Yang penting saya sudah fit, kembali ke ruang kerja bertemu dengan seperangkat komputer dengan kondisi meja yang acak-acakan.  Dan tentu saja saya bisa kembali blogwalking kesana kemari lagi.

Terakhir, saya cuma berharap semoga dengan warna yang baru di blog saya, bisa membuang sial yang ada dalam kehidupan saya, terutama urusan tilang menilang, no more police lah pokoknya.

Alumni

Hari ini salah satu media di kampus saya terbit, ada yang menarik diantara sela-sela halaman di buletin itu. Ya, halaman karikatur selalu tidak luput untuk di simak karena karikatur sebagai salah satu cara untuk ber-‘opini’ dalam bentuk lukisan jadi lebih enak di cerna tidak terlalu banyak ba, bi, bu.

Dalam edisi bulan ini, tema yang di angkat adalah Alumni, padahal jadwal wisuda kampus baru dilaksanakan 15 Desember yang akan datang. Mungkin karena baru ramai-ramainya dibentuknya kompartemen alumni di berbagai daerah, jadi diangkatlah tema alumni dalam karikatur bulan ini.

Dari sana, saya teringat komentar Zam di jaiku-nya antobilang tadi pagi, diberitakan ada beberapa rekan blogger yang wisuda hari ini.

Mereka antara lain ada aad (fajri.web.ugm.ac.id), bayu (bayu-pri.web.ugm.ac.id), dan beberapa rekan yg nongkrong di web.ugm.ac.id (baca: tempat hosting termahal–annots)

Wisuda selain gerbang agar bisa disebut sebagai alumni juga gerbang yang mencemaskan menurut saya. Antara iya dan tidak, antara pasti dan tidak pasti. Ditengah kondisi bangsa yang carut-marut seperti ini, wisuda kok sepertinya malah menambah daftar pengangguran di Indonesia semakin membengkak.

Di pihak lain, wisuda justru di nanti-nantikan mahasiswa. Apalagi bagi mereka yang dikenakan prasyarat gelar sarjana sebelum meminang gadis pujaan selain juga harus melampirkan NPWP-nya oleh calon mertua mereka (iklan banget….).

Lewat tulisan ini saya mau ngucapken selamat dan sukses atas wisuda rekan blogger yang tersebut di Jaiku-nya antobilang (kalo belum dihapus sama yang punya jaiku -disemprot gas air mata-). Untuk teman-teman blogger (dan saya) yang wisudanya masih gantung, “Sampai kapan kau gantung cerita cintaku wisudamu?”.

Ah sudahlah, saya ini ngomong apa wong kuliah saja baru semester tiga kok mbahas sampe wisuda. Ujian tengah semester gasal ini aja belum kok sudah mau jadi alumni.

NB: untuk yang berminat melihat karikatur di atas dengan lebih jelas bisa diambil disini.

Piknik ke bintang, mau?

Setiap nama pasti ada maksudnya, mungkin analisa nama-nama orang jawa seperti ini sering kita baca di milist, forum atau email dari sanak sodara, teman atau handai taulan.

– Biar pinter main game diberi nama Giman
– Biar pinter memecahkan problem diberi nama Sukarman
– Biar kalau ujian ndak usah mengulang diberi nama Herman
– Suka telanjang, Nudiman
– Pandai menanam bunga, diberi nama Rosman.
– Pandai membaiki mobil, diberi nama Karman.
– Pandai dalam korespondensi, Suratman.
– Gagah perkasa, Suparman.
– Kuat dalam berjalan, Wakiman.
– Berani bertanya, Asman (askman).

Tapi saya tidak mau mbahas nama orang jawa yang lainnya, karena saya itu bagi beberapa dari kita sudah biasa membaca atau bisa mengklaim bahwa analisa di atas adalah Basbang. Ya, basi banget…

Continue reading