Month: October 2007

Kijing Ayam Kampus

Ada-ada saja akal orang marketing jaman sekarang. Model iklan dibuat sedemikian rupa sehingga bisa berpengaruh seperti iklan indosat dengan Nol-nya Dian Sastro atau XL dengan angka 1 /detik dibaju modelnya. Ah biarkan saja mereka berperang, nanti juga reda sendiri *syarat dan ketentuan tidak berlaku*

Beli satu gratis satu

Wah saya pun tertarik kalo ada program belanja macam ini, bayarnya 1 kali dapet 2x enaknya. Tapi bagaimana jika yang di jual dengan program semacam ini adalah Kijing atau Batu Nisan? Ada yang minat? Lha kalo saya, meskipun mau di jual pake program kredit dengan bunga cicilan NOL persen pun juga mikir ulang.

Kecuali kalo Beli Kijing bonus Kijang Innova lha mungkin masih banyak yang ngelirik, lha ini? Baca iklannya saja malah ngeri.

Tapi bagaimana kalau marketing yang nawarin kijing tadi dengan cara yang sama menawarkan produk yang berbeda? Ayam Kampus misalnya. Bagaimana? Tertarik? Beli ayam kampus bonus ayam kampus. Ayam kampus yang saya maksud di sini bukan “ayam” yang itu, tapi saya juga baru liat pinter-pinternya yang design iklan untuk sebuah warung makan di bawah ini.

Dari kejauhan, awalnya saya berpikir “Berani sekali iklan ‘ayam kampus’ di jalan raya”, setelah mendekat baru lah tulisan “warung” dan “dekatnya” terbaca. Ternyata tidak hanya saya yang tertipu, teman saya ini juga berencana untuk segera melakukan liputan setelah acara Blonjo kupat sabtu (27/10) kemarin.

Saya sendiri juga belum pernah makan disana, karena saya nunggu “M. ‘Bondan WK’ Zamroni” yang gemar jeng-jeng sembari icip-icip jajanan macam ayam kampus goreng dengan sambalnya yang bikin berkotek ini. Tunggu saja tulisan penghuni jogja terbaik, apakah ayamnya memang bikin ma’ nyuuuss dan benar-benar terbuat dari 100% ayam kampus kampung.

Di balik layar “Blonjo Kupat”

Sama halnya dengan blonjo (belanja) di pasar, di mall yang membuat capek di sekujur tubuh demikian halnya dengan Blojo Kupat di UPN sabtu(27/10) kemarin. Bertempat di pekarangan milik Yos Sudarso (baca: UPN, gedung Yos Sudarso) blonjo ini diadakan. Ijinkan saya untuk menuliskan sebagai bukti sejarah -wedew- rentetan peristiwa yang terjadi sebelum acara ini dirilis mungkin patut di ketahui bersama, karena memang ini bukan rahasia umum lagi -heleh-.

Selasa, 23 Oktober 2007

Chairman Blonjo Kupat Yogyakarta, antobilang mengadakan sidang eblizz di alam terbuka mulai pukul 21.00 di Manut cafe. Malam itu juga kami (antobilang, zam, didit, saya) menggagas acara yang awalnya dikira acaranya orang-orang yang gagal berangkat ke pesta blogger Jakarta. Sambil nyruput minuman khas manut cafe, malam itu pula tercetus sebuah acara dengan nama Blonjo Kupat -Bloggernya Jogja Ngaku Lepat- yang ide awalnya mau dinamakan thengthengcrit -Thenguk thenguk karo Crito (Duduk sambil bercerita)-

Rabu, 24 Oktober 2007

Di Blandong cafe (cmiiw), saya ga yakin apa nama cafenya bener itu tempat ini karena sampai disana sudah jam 10 malam dan ini tempat yang masih asing bagi saya. Membahas persiapan teknis dan non teknis, dari tempat, acara, logistik, sampai dress code yang awalnya direncanakan Jogja kota budaya banget (pake surjan atau blankon bagi yang laki-laki) tapi karena pasti banyak yang ga punya, malah antobilang menyarankan bagaimana kalo pake seragam pramuka -tambah ga nyambung-

Malam itu juga, karena satu dan lain hal acara yang sedianya diadakan di kediaman keluarga mbak fa di mutasi ke utara sedikit (Puskom UPN).

Kamis, 25 Oktober 2007

Jarak tidak menjadikan kendala yang berarti bagi kami, rapat jarak jauh pun digelar. Internet telah menghubungkan antara Pelataran Candi Roro Jonggrang di Prambanan dan Angkringan JMN. Kali ini yang dibahas koneksi internet yang tidak bisa broadcast webcam(port-nya diblok), ada beberapa opsi antara menggunakan teknologi 3G-nya Indosat atau tetap menggunakan koneksi seadanya tetapi nunggu proses perundingan diplomatis dengan tuan rumah.

Konsep denah lokasi yang sangat sederhana pun segera di kirim ke antobilang, meskipun ada yang bilang ini peta menyesatkan. Saya akui saya tidak pernah menyampaikan bahwa Puskom ada dilantai bawah gedung perpustakaan. Mengapa ada blok warna abu-abu, ya memang pada mulanya blonjo kupat mau di adakan di taman belakang puskom yang notabene ada di lantai dasar gedung perpustakaan.

Jumat, 26 Oktober 2007

H-1, proses perundingan untuk membuka port webcam tak membuahkan hasil. Hanya pasrah dan harapan semoga keajaiban terjadi pada hari H. Laporan persiapan logistik sudah masuk via jaiku-nya Zam.

Sabtu, 27 Oktober 2007

Fyuuh, hari perblonjoan pun tiba. Sesuai janji saya di dalam SMS broadcast untuk datang jam 9 pagi, saya pun datang jam 9 kurang dikit. Ketemu pertama dengan pemilik warung kapucino hangat yang niatnya hendak berangkat kuliah tapi saya ajak ngobrol -sorry mas leksa-, datang lagi kang ardi -kontingen dari UMY, hehehe- yang tidak mau menunggu lama karena ada acara jemput adiknya.

Kami mohon maaf, jika peta yang saya berikan untuk di design ulang mas antobilang menyesatkan seperti HOAX, tetapi awalnya memang lokasi nya mau di taman, tapi karena saya merasa kasihan pada mahasiswa teladan telatan (tersesat di kampus sendiri) dan temannya maka aku sarankan menunggu di dalam, karena semua setuju acara di pindahkan di dalam, acara tidak jadi di adakan di taman. Maafkan mahasiswi kami yang tidak mengenal Puskom -kroscek ke panitia Ospek kok bisa ga kenal annots Puskom-

Terima kasih kepada rekan-rekan blogger se-Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya yang telah datang di sela-sela kegiatan rutin yang padat (ngejunk n nyamfah di blognya orang), kepada mas Anangku terima kasih atas hiburan musik dan foto-fotonya, kami sangat terhibur sekali. Mohon maaf juga lagu kopdarnya ga sempat di putar di acara sakral tersebut.

Permohonan maaf kepada blogger Yogyakarta yang hadir maupun tidak, atas tempat dan suasana yang tidak sesuai dengan harapan, lebih-lebih untuk anak SMA.

Well, blogger-blogger yang hadir adalah *absen via track back*

Bungky, Arya, Fame, Yahya, Rini ‘Anapalis’, Bang Kai, Alle, Satyo, Nico Wijaya, Pepeng, Annots, Aad Gym, Praztyo, Peter, Ijal ‘kapucino’, Zazi, Yanwar, Angga, Kudzi, Joe, Wib, Ekowanz, Rozenasia, Didit, Zam, Antobilang

redshox, bayu dan ardhi juga sempat datang namun tidak sempat untuk berkenalan dengan yang hadir.

NB: Untuk foto seadanya saya kumpulkan disini.

Inspirasi, datang atau dibuat?

Sebuah komentar dari seorang sahabat siang ini membuat saya balik bertanya, sebenarnya Inspirasi itu datang dengan sendiri, tiba-tiba atau kita yang menciptakan inspirasi? Bisa keduanya ada dalam diri kita. Mengapa? Karena inspirasi pada dasarnya adalah sifat ke dalam dan keluar. Ke dalam, inspirasi itu datang dengan tiba-tiba di tempat yang tidak di nyana-nyana. Ke luar, andalah inspirator untuk orang lain. Percaya atau tidak semangat itu bisa menular, jangankan semangat menguap saja bisa menular.

Kompas : Menurut Prof. Provine dari Maryland, AS, ketika orang menguap di depan kita, maka tubuh kita akan bereaksi, mengatur dirinya sehingga kita dipaksa untuk menguap.

Menulis sebagai kebutuhan

Kebutuhan adalah sesuatu yang tidak bisa tidak untuk kita tinggalkan atau lewatkan. Misalnya makan, minum, bernafas, bersosialisasi dengan orang lain, dsb. Apa yang terjadi ketika tiba-tiba kita berhenti makan, minum atau bahkan bernafas? Lapar, haus atau mati bukan? Nah demikian juga apabila kita sudah menjadikan kegiatan menulis sebagai sebuah kebutuhan. Anda merasa gelisah dan ada sesuatu yang tidak sreg akibat tidak menulis paling tidak di blog atau secarik kertas? Selamat, berarti anda telah menjadikan menulis sebagai kebutuhan.

Kembali ke inspirasi, ketika kita lapar, haus akibat tidak makan dan minum bisa saja yang tidak suka makan ketela pohon mendadak jadi terpaksa suka karena memang ketela yang bisa menolongnya dari keadaan lapar. Atau ketika haus, yang biasanya anda jijik dengan air mentah tiba-tiba saja terpaksa minum air keran. Demikian juga dengan menulis, ketika merasa inspirasi tak mau datang, ya jangan di tunggu sampai inspirasi itu datang. Coba saja amati sekeliling, pasti ada bahan untuk diceritakan dalam tulisan. Contoh, ketika saya ditilang pak polisi, atau cerita tentang toilet.

Banyak membaca

Guru besar saya membeberkan sebuah rahasia: “Syarat utama menjadi penulis besar adalah rajin membaca.” Tidak hanya membaca buku, koran tetapi juga bisa membaca apa yang ada disekelilingnya. Dengan membaca fenomena sekeliling kita, inspirasi itu akan dengan mudah menghampiri kita. Yang paling sulit adalah menjadikan diri kita untuk mencoba sama dengan contoh, tidak mungkin bisa sama. Sadari semua bersifat unik, karena saya adalah saya, saya suka jalan-jalan tapi saya tidak bisa seperti pejeng-jeng yang suka ndoyok. Menjadi diri sendiri adalah yang terbaik.

Kalau tidak suka membaca bagaimana? Ya semoga saja masih suka googling atau rajin bertanya pada paman google. Atau bisa langsung belajar sama Budi Putra atau bisa mengunjungi kliping artikel tentang bagaimana menjadi seorang penulis.

Menulis itu menguntungkan

Ketika saya mengikuti sebuah workshop bersama Onno W Purbo, beliau share mengapa dia berhasil menelurkan begitu banyak judul buku praktis tentang IT. Tidak lain karena dari menulislah salah satu cara beliau bisa menghidupi keluarga. Bayangkan ketika beliau berhenti menulis, bagaimana kehidupan keluarganya?

Mengapa yang seperti ini tidak kita coba? Kalau yang lain bisa, kita juga bisa meskipun kita tidak mungkin mejadi mereka dan cukup hanya sebagai seorang wartawan kagetan™ saja.

Tidak ada kata terlambat untuk menulis, kalau sekedar untuk menulis di blog, saya sangat menyarankan tanyakan sama ahlinya blogger. Belum tau bagaimana cara menemui mereka? Mudah sekali, datang saja ke PestaBlogger2007, Muktamar Blogger 1428H yang diselenggarakan di Jakarta. Terlalu jauh? Untuk yang di Jogja dan sekitarnya bisa menghadiri Blonjo Kupat, sebuah acara halal bihalal Blogger Jogja dan sekitarnya. Temukan inspirasi anda disana!

Jangan Lupa “Blonjo Kupat”

Tidak bisa datang ke Jakarta dalam rangka PestaBlogger 2007? Hmm, saatnya untuk menuliskan besar-besar pada angka 27 di bulan Oktober ini untuk acara Blonjo Kupat -Bloggernya Jogja Ngaku Lepat-, acara yang juga merupakan ajang halah bihalal dan syawalan blogger Jogja dan sekitarnya ini hanya untuk memberikan wadah kepada teman-teman blogger yang tidak bisa berangkat ke Jakarta. Tetapi diharapkan, yang hadir di “Blonjo Kupat” juga dapat merasakan atmosfir PestaBlogger 2007 di Jakarta.

Acara yang digagas oleh anto, didit dan zam ini rencananya akan menggunakan video conference yang akan menghubungkan diri dengan beberapa rekan-rekan blogger yang berada di Makasar dan Surabaya. Saya sedikit minder ketika saya adalah satu-satunya wartawan sebuah media yang diundang dalam sidang dadakandotcom di Manut cafe malam itu 😀

Jadi tidak ada alasan kehabisan tiket mudik bagi blogger yang merasa masih berada di kawasan Yogya dan sekitarnya untuk menghadiri acara tersebut. Akhirnya, saya ucapkan “Sampai jumpa di Blonjo Kupat” di Yogyakarta pada Sabtu, 27 Oktober 2007.

Mata ga bisa bohong

Pagi tadi saya iseng baca koran edisi beberapa hari yang lalu, saya tertarik pada sebuah tulisan dengan judul yang sama dengan postingan saya ini. Jelasnya ini tidak ada kaitan dengan lagunya Matta band yang sedang naik daun dengan hitnya “Ketahuan”.

Menurut hasil riset, bahwa mata kita ini akan berbeda ketika kita masih bujang dan sudah berpasangan. Berpasangan bisa dikatakan beristri, bersuami, atau pacar. Sebagai mata seorang yang masih bujang, maka otomatis akan menyeleksi lawan jenis, tentu saja dengan parameter yang berbeda-beda menurut selera masing-masing. Lain halnya ketika sudah memiliki pasangan mata akan selalu tertuju pada sesama jenis (hal ini jelas tidak mutlak pada orang yang menganut polygamist dan polyandry, gumam saya). Bukannya apa-apa, menurut hasil survei, hal ini terjadi dikarenakan tidak di inginkannya adanya persaingan yang menimbulkan selingkuh atau perceraian. Wajar kalau seseorang tidak ingin kehilangan sesorang yang disayanginya.

Selingkuh ada yang mendefinisikan SELINGan indah Keluarga utUH. Eh tapi kok tiba-tiba saya nulis soal selingkuh ya? Saya cuma mengikuti lagu-lagu belakangan yang keluar kok temanya selingkuh, dengar saja lagunya Matta band, Kangen band, dll (silahkan ditambahi). Semuanya mendadak dangdut selingkuh. Siapa yang ga hafal lagunya matta band? Dari anak kecil sampai dewasa entah latah atau sengaja sering gumrengeng nyanyi lagu itu meski hanya ref-nya saja.

Selingkuh kan bagi yang sudah berpasangan, lha kalau yang masih bujang? Ya tinggal banyak bermunajat cinta, seperti lirik dalam lagu Mundjat cinta-nya The Rock. Dan satu lagi, jangan sungkan-sungkan untuk bergabung dalam sebuah komunitas dan perbanyak silaturahmi. Event-event seperti lebaran minggu lalu cocok sekali untuk sekedar flashback sama teman-teman waktu TK, SD, SMP, SMA sampai teman kuliah, ya sapa tau aja ada yang CLBK (Ciluk bak Cinta Lama Bersemi Kembali). Jangan salah, bisa jadi teman SD yang dulu begitu polosnya berubah menjadi gadis metropolitan setelah beberapa tahun kerja di Ibu Kota.