Budaya ngarit yang ngaret

Ngarit atau yang dikenal orang-orang dengan merumput adalah kegiatan mencari rumput untuk makan ternak.  Bagi saya dan beberapa rekan saya (funkshit, mas kun)  ngarit adalah usaha mencari pendapatan sampingan.  Pada intinya sama dengan makna ngarit yang sebenarnya cuma kata “rumput” diganti duit dan “ternak” diganti anak.

Sebagai kontraktor (tiap tahun harus tekén kontrak baru) dengan penghasilan sedemikian rupa memaksa kami untuk mencari rumput-rumput di luar jam kerja.  Bahkan kalau masih bisa kami minta satu hari tidak hanya 24 jam tapi bisa jadi 25 jam atau lebih.

Pagi tadi sempat ketemu om Dipto yang menanyakan kepindahan saya dari ruangan yang dipenuhi surga dunia anak SMU yang mau masuk kuliah, ke ruangan saya yang lama.

annots: saya saja sudah ndak standby di bagian pendaftaran
dipto: asyik nu
dipto: lah… ngungsi kemana sampean?
annots: saya kembali ke ruangan asal saya lahir di UPN
annots: tapi efeknya saya jadi sering diajak keluar sama boss
dipto: weh..
dipto: berarti banyak aliran fulus ni
dipto: *eblis ngakak*
annots: ah kalo aliran gawean itu lebih tepat
dipto: weh sekarang kan gawean = fulus
dipto: gawean lancar fulus yo lancar
dipto: bukan begitu bung anots
annots: too many connection
annots: connection refused
annots: *senyum*
dipto:  *ngakak*

Ya, menurutnya “gawean=fulus”, bener juga sih.  Tapi bagaimana kalau gawean dah kelar fulusnya ga kelar-kelar?  Kita ikuti saja anjuran kang Ebiet G Ade, coba tanyakan pada rumput yang bergoyang.

13 comments

  1. we… percakapan kita harusnya disensor nu… :)) dadi sebenarnya permasalahannya dapat disederhanakan sebagai berikut:

    gawean = masalah /*teorema zamytagoras
    gawean = fulus /*teorema diptorkimides

    dari persamaan tersebut diperoleh:

    masalah = fulus

    jadi intinya setiap permasalahan bisa menjadi fulus. secara lebih lanjut dapat dibuktikan melalui transformasi jasa-duit berdasar prinsip ekonomi :p

    @didit: lah… bukane kwe mbiyen nyambi2 ujung2e yo duit??

  2. @diditjogja
    sebenernya ada satu lagi sih yang ada di otak bung dipto dan saya tentunya Free Open together (baca: buka bersama gratis)

    @funkshit
    kalo jodoh pasti di tangan kita, masalahnya penghulunya mau ngijabke po ndak gitu lho😀

    @nisa
    Maunya sih gitu mbak, langsung pada pointnya, tapi kalo ketemu malah dikasih kerjaan lagi je. Piye jal?

    @amma
    Amma lebih tahu lah dari pada saya. Btw, kata temen skul saya kemaren sekarang kita tetanggaan, bener ga?

    @deep
    berarti kalo anda suka nyari masalah sama dengan sedang nyari fulus ya

    @macanang
    yup, terlanjur basah mending mandi sekalian mas🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s