Anda sopan kami segan

Tulisan seperti judul di atas sering kita jumpai ketika kita melintas di jalan/gang di kampung atau komplek perumahan(maaf tidak ada foto dokumentasi).  Sebenarnya tidak perlu ada tulisan seperti ini setiap orang pasti juga menerapkan hal yang sama meskipun setiap orang memiliki cara sendiri bagaimana menanggapinya.

Satu minggu terakhir, ruangan dibanjiri mahasiswa yang mendaftarkan diri sebagai mahasiswa alih angkatan.  Mahasiswa lama yang terpaksa harus berhadapan dengan kami adalah mereka yang tidak bisa menyelesaikan studi dalam kurun waktu yang sudah ditentukan dari Dikti.  Tentu saja mereka adalah mahasiswa lama yang sudah jauh berubah dari dulu waktu mereka masuk lulus SMA yang masih culun polos dan tau paling tidak sedikit sopan santun.   Yah harap maklum saja, mahasiswa lama otomatis menghuni di kampus lebih lama dan merasa kampus adalah miliknya dan harus tunduk pada mereka.

Meskipun demikian, saya sadar tidak semua mahasiswa seperti ini, tapi saya menemukan 3 diantara 10 mereka selalu mengeluarkan kata-kata yang kurang pas.   Mereka tidak lagi mengenal sopan santun dalam berbicara kepada orang lain, entah lebih muda atau bahkan lebih tua.  Bukan saya atau teman-teman kami minta dihormati, mereka tidak sadar kenapa mereka harus berhadapan dengan kami.  Salah siapa waktu yang sekian lama tidak digunakan sebaik-baiknya dan terpaksa harus pemutihan?  Emangnya kuliah gratis di tempat eyangnya?  Masuk seenaknya keluar seenaknya?

Memang sebagaian dari mereka, terpaksa harus pemutihan karena juga sibuk kerja.  Bagaimana dengan mereka yang waktu kuliah justru sibuk cari alasan untuk bolos?  Dosen killer? Saya rasa bukan alasan.  Se-killer-killer-nya seorang dosen mereka juga pernah jadi mahasiswa dan mereka juga manusia.

Tulisan kali ini, memang beraroma emosi.  Semoga setelah menuliskan ini saya bisa mengendalikan rasa  emosi yang ada di kepala.  Kepada teman-teman mahasiswa, tidak sadarkah pihak universitas sedang membantu langkah kita untuk menyambut masa depan dan meraih cita-cita kita?  Jangan nodai niat baik mereka, dan menganggap kita dipersulit?  Toh sebenernya kita sendiri yang mempersulit diri kita sendiri.  Mengapa saya menggunakan kata “Kita”?  Karena saya juga bermaksud mengingatkan diri saya sendiri yang kebetulan masih berstatus mahasiswa juga.

18 comments

  1. wuiiii pertama koment euyyy…😀
    sini tak kipasin mas.. biar ndak kepanasan dan reda emosinya yaaaa.. xixixix ;p

    terima kasih atas tawarannya, tapi jangan dikipasin, nanti saya bisa dipecut sama dedengkot CA yang lain, hehehehe

    1. BANTUAN AKI SANGAT BERHARGA BAGI
      KEHIDUPAN KELUARGA KAMI,
      BILA TEMAN2 PENCINTA JIKA
      INGIN MERASAKAN KEMENANGAN
      DI DALAM BERMAIN TOGEL
      TLP KI RUSMAN DI NMR (_082_334_222_676)
      KAMI BETUL2 SUDAH 7X TERBUKTI
      TRIM’S ROO,MX SOBAT

      BANTUAN AKI SANGAT BERHARGA BAGI
      KEHIDUPAN KELUARGA KAMI,
      BILA TEMAN2 PENCINTA JIKA
      INGIN MERASAKAN KEMENANGAN
      DI DALAM BERMAIN TOGEL
      TLP KI RUSMAN DI NMR (_082_334_222_676)
      KAMI BETUL2 SUDAH 7X TERBUKTI
      TRIM’S ROO,MX SOBAT

  2. Tapi sungguh, memang ada dosen yang bersifat kejam dan hobby-nya mempersulit mahasiswa karena background psikologinya dimana dulu saat dia kuliah di Jerman harus ngirit untuk hidup dan sama sekali nggak dibiayai ortu. Sehingga dia maen hantam kromo membantai para mahasiswanya dengan anggapan anak-anak jaman sekarang cuma pinter hura-hura dan nggak pernah pake otak …

  3. yang kurang sopan siapa?
    angkatan lama yah?

    ya biasa lah
    faham senioritas mang kadang sering berlaku
    bukan dikampus aja
    di pemerintahan juga loh

    Wah, berarti emang sudah menjadi penyakit masyarakat banyak.

  4. yah harap dimaklumin, biasanya klo ga lulus-lulus orang cenderung stres jadi tingkahnya aneh-aneh hihihi…

    *tengak tengok angkatan lama yang blum lulus2x..kabuuur* ;))

  5. ah, belom ketemu ama orang-orang pengajaran di mantan kampusku sih, koe ntok..
    😀

    Emangnya anda sudah pernah berurusan? Bukannya, kemaren kumlot?

  6. weleh2… akhirnya ditulis juga . ..
    saya juga nunut misuh2 pak . . . #$##%##%@%@#$%

    terpaksa mas, dari pada emosi keluar dalam bentuk suara yang tidak enak didengar mending buat bahan posting to yah?

  7. Sabar tho le yen sabar iku akeh sedulure, ning yo ojo lali karo kewajibane yen wis mlebu yo kudu metu, kalau sudah hidup ya pasti mati dan kalau sudah sekolah ya pasti harus lulus atau jangan menyepelekan guru dan orang tua

  8. jdulnya ganti ae Nots!
    Mahasiswa Cari Masalah : Hajar Sahaja™!!!

    Sama dengan saya nyari populeritas kalo saya ganti judul seperti itu, soale pasti banyak yang ga terima trus kokmen di blog ini. Banyak yang komen = seleblog bukan? Hihihii..

  9. Tulisan seperti judul di atas sering kita jumpai ketika kita melintas di jalan/gang di kampung

    bajigur… nyindir kampungku y? :))

    Kesamaan latar belakang, nama atau karakter hanya kebetulan saja, jadi maap kalo sama. Sebenernya ga cuma di jalan kampung atau gang tapi juga di angkot banyak kita jumpai. Hmm, ada yang punya angkot ga ya, ntar aku kena protes lagi, hehehehe

  10. memang disayangkan bagi orang yang sudah nginjak perguruan tinggi, tidak mengamalkan etiket,etika,dan moral .percumah brormenjadi mahasiswa kalau yang tiga itu kita tidak gunakan .mendingan balik lagi ke SD.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s