Rokok, Polisi dan Olahraga

Kasus seperti ini sudah pernah diulas oleh paman tyo yang risih dengan adanya papan bertajuk kantor Polisi tapi terpampang juga merk rokok dibawahnya, atau lebih dalamnya pama yang satu ini membahas tentang etika beriklan atau dalam konteks kerjasama. Untuk mendukung tulisaan Paman Tyo, ternyata sudah sampe Jogja model-model iklan seperti ini. Seperti di bilangan Condong catur ini.

Sebenarnya sepanjang Jln. SWK saya temukan 2 instansi Kepolisian yang seperti ini (sebelumnya mohon maaf kepada bapak-bapak polisi), satu POLSEK Depok Timur sama di POS LANTAS perempatan UPN Veteran Yogayakarta, Janti, Maguwo, dan yang lainnya yang mungkin belum saya temui, saya tidak berkomentar soal iklannya karena sudah cukup dibahas oleh Paman Tyo. Cuma yang rada mengganjal “OBSESI: SIAP MELAYANI MASYARAKAT“, kalau ditilik dari segi bahasa seperti dijelaskan di Majalah Pengusaha mirip dengan cita-cita tapi di iklan produk yang ada di televesi, contoh nih ya obsesi sutradara, seakan-akan dia bergaya layaknya sutradara yang main cut adegan karena ada adegan yang tidak sesuai dengan skenarionya. Mudah-mudahan saya yang salah persepsi dalam mengartikan kerjasama di atas. Tapi kok alangkah baiknya kalo Departemen sekelas POLRI secara independent/netral membuat papan sendiri.

Lain halnya dengan kasus di atas, bagaimana dengan acara-acara olahraga di televisi yang mengusung produsen rokok sebagai sponsor utamanya? Bukankah ini suatu yang berseberangan olahraga yang bisa membuat badan sehat sedangkan rokok yang kata pemerintah dapat merugikan kesehatan? Hal semacam ini sering diangkat dalam diskusi ataupun dalam sebuah debat bahasa inggris. Ditinjau dari segi ekonomi memang ini sangat menguntungkan bagi pihak televisi dan produsen rokok, tapi bisa jadi juga ini doktrinisasi penonton untuk membeli rokok merk tertentu atau bahkan mempengaruhi penonton untuk mencoba menikmati tembakau yang dikemas sedemikian rupa? Yang seakan-akan kalau merokok bisa membuat seseorang sebagai seorang pemberani, gentle, dsb. Bagaimana menurut anda?

21 comments

  1. yg salah ya tetap aj pimpinan polisinya..bukan medianya donk..

    lha kaya gt pasti ada duitnya to?trus masuk ke kantong siapa duitnya?jelas ke kantong para polisi…
    ga peduli mereka tetek bengek spt yg kamu deskrpsikan diatas to..yg jelas bagi polisi ada yg bikinin plang nama bagus plus kasih duit..kenapa ga?

  2. ya kudunya bawa iklan produk yang berbau kesehatan misalnya yang bisa bikin roso roso (kata mbah maridjan) atau kalo polisi ya paling ga kerjasama sama pabrik pistol ato apa gitu….

  3. Merokok Dapat merugikan kesehatan, mengakibatkan impotensi dan yang jelas MERUGIKAN ORANG LAIN (tidak termasuk, produsen, karyawan perusahaan rokok dan petani tembakau)

    *Pasang tampan geram*

  4. mas kuwuk itu bagimana, kalo raono rokok yo raiso udud. Nah kalo raono tipi+listrik na itu baru bencana ga bisa nonton bal2an neng tipi

    *ngaciiiirr*

  5. Jujur, Simbokku udach 30 tahunan kerja neng pabrik tembako & kadang2 Bapak juga nandur mbako, tapi kita bukan perokok…. JAdi ya…….. dapet berkah dari orang ngerokok….

  6. Berarti berkahnya bakal beeerhenti kalo udah tidak ada yang beli rokok dan tidak ada yang nanem tembakau?

    Untung bapakku perokok berat *ngelap keringet di dahi*

  7. Sory buat yang ngerokok di indonesia, karena Tembakau yang di ‘garap’ itu buat expor, yach setidaknya buat bikin cerutušŸ˜›. Lg pula sekarang lagi ga hidup dr tembakau lagi….

  8. @kuwuken
    Bukan cuma acung, tapi juga anaknya temennya ibunya acung. Itu pun kalo ududmu cerutu ala belanda yang besar-besar itu. Kalo kita kan dibesarkan pahlawan to mas kuwuk? Lha wong urip di lingkungan “Veteran”

    @acung
    Jadi kamu itu blesteran tembakau belanda(ibumu) dan tembakau jawa(yang di tanam bapakmu).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s