“Why” dulu, baru “How”

Banyak orang sering kesal, mengeluh dengan segala permasalahan yang ada dalam kehidupan ini. Kebanyakan dari kita memikirkan “How“-nya saja. Bagaimana menyelesaikan, bagaimana jalan keluarnya? Sebagai pengantar data dari WHO yang saya peroleh dari Departemen Kesehatan RI mungkin bisa mendukung tulisan ini.

”704 ribu warga Jateng alami gangguan jiwa”. Data WHO menyebutkan dari setiap 1.000 warga Jateng terdapat 3 orang gila. Sementara dari 19 orang dari setiap 1.000 warga Jateng mengalami stress. Anggota Komisi C DPRD Jateng A Fikri Faqih mengatakan dengan asumsi pengidap gila di Jateng 3 orang per seribu dan jumlah penduduk 32 juta, jumlah penduduk yang mengalami gangguan jiwa mencapai 96 ribu penderita. Sementara yang mengidap stres mencapai 608 ribu orang. Jika ditotal, warga Jateng yang gila atau stres mencapai 704 ribu orang.

Kebetulan kok yang jadi sampel kok ya daerah saya gitu, berarti kalo ada saya, acung, baniye yang kebetulan adalah warga Jateng salah satunya bisa jadi gila gangguan jiwa(stress) *Kidding brur*. Atau setiap ketemu 3 orang warga Jateng, bisa jadi salah satu diantaranya sedang mengalami Gangguan Jiwa.

Simpel kalau kita mau terhindar dari wabah(stress -penulis) ini, cukup banya-banyak menggunakan “Why” maka kita akan menemukan “How”-nya. Misal: Sebagai pelajar tahun akhir di salah satu SMU ternama, Umar ingin mencapai hasil yang terbaik, “Mengapa? Karena dia ingin masuk Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia. “Bagaimana?” Tidak perlu saya dijawab, karena saya juga tidak tau bagaimana cara Umar mengatasi “Mengapa“-nya. Yang perlu disadari adalah, hasil akhir adalah kehendak-Nya, kita hanya bisa berusaha semaksimal mungkin. Apalagi sebentar lagi pengumuman hasil SPMB, hmm bagi yang belum diberi kesempatan untuk kuliah di PTN, mungkin memang berjodoh dengan “kami” (iklan dikit gpp toh, demi kelangsungan hidup rakyat banyak).

Itu hanya contoh dari sebagian banyak masalah yang ada di dunia ini. Dari salah satu seminar pengembangan diri yang pernah saya ikuti, WHY akan menyumbang 90% dari usaha kita dari pada kita HOW, dan kita akan menjadi lebih NGOTOT untuk menyelesaikan problematika kehidupan.

2 comments

  1. nek saya…rumusnya cuman satu Pak..mau tau?
    MPC : MbuhPyeCarane!!

    bakalan menjadi pemacu semangad tiada terkira….
    wakakakakakkakkk….

    Pokoke MBuhPyeCarane iso..kudu iso!!
    wekekekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s