Semangat atau semangit?

Tempe bungkus daun pisangBagi kita kaum cilik, sudah tidak asing lagi dengan yang namanya tempe, temen nasi yang nikmat kalo disantap masih anget. Tapi disini, saya tidak akan menuliskan tentang wisata kuliner, meskipun saya tahu dari tempe bisa dijadikan Brownies dan makanan lainnya di Kota Malang, Jawa timur sana. Jujur, saya memang penasaran dengan brownies dengan aroma kedelai khas tempe tapi sekali lagi bukan itu yang akan di bahas di sini.

Kalau di Jogja tempe dibungkus dengan daun dan kertas bekas, ada juga yang di bungus dengan daun saja atau plastik. Umur tempe paling lama adalah 2 hari, kadang kalo busuk ada yang make sebagai bumbu dapur. Sebelum busuk, istilah keren di Jogja adalah tempe semangit dan kemudian baru busuk.

Yang perlu kita pelajari dari tempe adalah andai saja tempe tidak pernah semangit pasti akan lebih banyak bisa dimanfaatkan untuk berbagai bahan masakan yang lebih nikmat dari pada dipakai kalo sudah menjadi busuk. Andai saja generasi pemuda INDONESIA terus tetap semangat dalam memperjuangkan nilai-nilai luhur bangsa, saya yakin insya Allah generasi kita akan menjadi generasi yang bisa dibanggakan dengan membangun peradaban baru di Indonesia, alasannya tidak akan pernah semangit dan kemudian menjadi busuk semangatnya.

Semuanya kembali pada pribadi kita masing-masing, mau semangat dan membangun perdaban baru untuk Indonesia atau semangit kemudian busuk.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s