Warung HOROR
Akitifitas makan terasa begitu enak ketika kita berada ditempat yang nyaman, bersih dan suasana mendukung. Tentu saja menu makanan yang murah atau mahal belum jaminan terasa enak di lidah.
Pernah liat atau denger cerita penjual bakso yang mangkal di pinggir jalan kemudian didatangi pembeli yang ternyata adalah sundel bolong/kuntilanak? Itu sih adanya cuma di pilem.
Ada tetangga saya yang pernah diajak pergi melalanglang buana dara -tentu saja dunia lain- bersama dua sosok misterius tinggi dan berpawakan hitam disaat hari menjelang maghrib. Dari dia, saya dapet cerita bahwa dia ditawari makan tetapi setelah diamati hanyalah sepiring nasi -yang berisi pasir- dengan bakmie -yang katanya cacing hidup- di atasnya dan ia pun tak mau memakannya (true story).
Tapi lain halnya ketika yang terjadi adalah suasana makan terusik karena penjual ternyata adalah keturunan “DHEMIT” (sebangsa makhluk halus) atau koleganya? Tentu hal ini akan membuat bulu kuduk berdiri dan segera kita tinggalkan warung itu. Kecuali bagi yang sengaja mencari wangsit, sekedar tanya lotre besok pagi yang keluar berapa atau datang dengan kondisi perut benar-benar lapar.

Untung warungnya buka siang, kalo pas malam hari apa ndak tambah semegrik? Kalau sampean tertarik untuk njajal masakannya silakan cari alamat “jalan raya jatinom klaten”, jalur ini merupakan jalur alternatif Boyolali – Klaten. Saya sih cukup numpang lewat saja.
“Mbah dhemit” mungkin hanyalah julukan atau nama panggilan akrab seseorang, bukan makhluk halus beneran tentunya.
About this entry
You’re currently reading “Warung HOROR,” an entry on Annots
- Published:
- 12 February 2008 / 16:48:47
- Category:
- Ada ada saja, Klaten, Urusan Perut, blusukan


37 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]