Lelah
Begitu banyaknya problem yang ada di kepala saya membuat saya nyebut. Efek dari problematika kehidupan yang sudah membuat saya lelah, capek, penat. Sayang sekali lelah, capek, penat tidak bisa disembuhkan dengan pengobatan tradisional semacam kerokan.
Kalau ada yang bilang saya berubah, ya wajar saja, saya ini manusia biasa yang percaya bahwa roda kehidupan itu berputar sodara.
Biarlah saya istirahat sejenak, mencoba mengembalikan sel-sel otak yang mati tergantikan dengan yang baru.
Yang mencengangkan hanya dengan memilih-milih gambar, hasil Visual Personality versi facebook, saya disarankan untuk nyari waktu rileks. Terima kasih nisa sudah invite saya untuk nyoba tes yang satu ini.

Intellectual
Weekends are meant for relaxing, not working. Whether it’s grabbing a drink or going out dancing, you know how to unwind.
Mungkin memang saya harus menggunakan akhir pekan benar-benar untuk istirahat, bukan malah nyari sampingan.
Berkhayal
Saya mbayangke ada di atas gunung dengan ditemani gadis semlohai tas ransel bersandar di pohon yang rindang sambil mengamati lembah sesar di sekelilingnya ketimbang saya pergi ke Bali *mau ikut KOPDAR versi PBB di Bali kali, duta Cahandong.org ya?* seperti rencana kang antobilang. Fyuuh, saya jadi inget suasana di candi ijo yang ada di atas bukit dengan pemandangan nan ekotis. Mungkin apa itu yang menjadikan Zam istikomah untuk ndoyok dan posting tentang candi?
Q: Kamu ini kenapa Nots?
A: Wis ga usah banyak tanya, gelem mijeti opo ra?
Q: Sorry no, awak balung tok ngono, atos. Eh, kalo ada anjing ngejar kamu bukan karena naksirkegantenganmu(hoeeeekkssss… *mutah*) tapi liat kamu seperti liat tulang berjalan.
A: Semprul…
About this entry
You’re currently reading “Lelah,” an entry on Annots
- Published:
- 4 December 2007 / 10:41:18
- Category:
- Curhat
- Tags:


18 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]