Pesawat 334
AYAM MATI DI LUMBUNG PADI
Sedikit saja, ini bukan mau cerita soal endemi flu burung, flu yang lainnya atau terlebih lagi ayam kampus. Tidak saya tidak mau menuliskan itu. Hanya saja, ditempat kerja yang banjir benwit ini mengapa saya merasa tak bisa menikmati dahsyatnya aliran benwit itu.
Bukan karena ga dapet jatah koneksi, tetapi pesawat 334 (airphone di ruang saya)yang selalu melantunkan suara emasnya dan memaksa saya harus bertemu dengan si empunya suara itu tentu saja ini membuat saya jauh dari keyboard yang selama 5 hari kerja selalu saya pijit, monitor (baca: internet) yang selalu menatapku dan kursi yang menopangku.
Gendur : Kamu mau kerja apa main internet!!!!
Jati : Kerja di internet….
Ingin kumatikan saja pesawat 334 itu, dan aku bisa duduk menikmati indahnya layar monitorku, nyamannya kursi ini dan keybord yang sepertinya selalu lelah dan memaksaku untuk menyentuhnya.

Nb: Hujan-hujan pun harus tetep dilakoni karena 334 mengharuskan saya berangkat ke karnaval museum se-DIY kemarin (9/11). Upps, maap ada Om Roy™ juga di acara museum tersebut.
About this entry
You’re currently reading “Pesawat 334,” an entry on Annots
- Published:
- 10 November 2007 / 12:51:10
- Category:
- Curhat
- Tags:


8 Comments
Jump to comment form | comments rss [?] | trackback uri [?]