Kijing Ayam Kampus

Ada-ada saja akal orang marketing jaman sekarang. Model iklan dibuat sedemikian rupa sehingga bisa berpengaruh seperti iklan indosat dengan Nol-nya Dian Sastro atau XL dengan angka 1 /detik dibaju modelnya. Ah biarkan saja mereka berperang, nanti juga reda sendiri *syarat dan ketentuan tidak berlaku*

Beli satu gratis satu

Wah saya pun tertarik kalo ada program belanja macam ini, bayarnya 1 kali dapet 2x enaknya. Tapi bagaimana jika yang di jual dengan program semacam ini adalah Kijing atau Batu Nisan? Ada yang minat? Lha kalo saya, meskipun mau di jual pake program kredit dengan bunga cicilan NOL persen pun juga mikir ulang.

Kecuali kalo Beli Kijing bonus Kijang Innova lha mungkin masih banyak yang ngelirik, lha ini? Baca iklannya saja malah ngeri.

Tapi bagaimana kalau marketing yang nawarin kijing tadi dengan cara yang sama menawarkan produk yang berbeda? Ayam Kampus misalnya. Bagaimana? Tertarik? Beli ayam kampus bonus ayam kampus. Ayam kampus yang saya maksud di sini bukan “ayam” yang itu, tapi saya juga baru liat pinter-pinternya yang design iklan untuk sebuah warung makan di bawah ini.

Dari kejauhan, awalnya saya berpikir “Berani sekali iklan ‘ayam kampus’ di jalan raya”, setelah mendekat baru lah tulisan “warung” dan “dekatnya” terbaca. Ternyata tidak hanya saya yang tertipu, teman saya ini juga berencana untuk segera melakukan liputan setelah acara Blonjo kupat sabtu (27/10) kemarin.

Saya sendiri juga belum pernah makan disana, karena saya nunggu “M. ‘Bondan WK’ Zamroni” yang gemar jeng-jeng sembari icip-icip jajanan macam ayam kampus goreng dengan sambalnya yang bikin berkotek ini. Tunggu saja tulisan penghuni jogja terbaik, apakah ayamnya memang bikin ma’ nyuuuss dan benar-benar terbuat dari 100% ayam kampus kampung.


About this entry