Di balik layar “Blonjo Kupat”
Sama halnya dengan blonjo (belanja) di pasar, di mall yang membuat capek di sekujur tubuh demikian halnya dengan Blojo Kupat di UPN sabtu(27/10) kemarin. Bertempat di pekarangan milik Yos Sudarso (baca: UPN, gedung Yos Sudarso) blonjo ini diadakan. Ijinkan saya untuk menuliskan sebagai bukti sejarah -wedew- rentetan peristiwa yang terjadi sebelum acara ini dirilis mungkin patut di ketahui bersama, karena memang ini bukan rahasia umum lagi -heleh-.

Selasa, 23 Oktober 2007
Chairman Blonjo Kupat Yogyakarta, antobilang mengadakan sidang eblizz di alam terbuka mulai pukul 21.00 di Manut cafe. Malam itu juga kami (antobilang, zam, didit, saya) menggagas acara yang awalnya dikira acaranya orang-orang yang gagal berangkat ke pesta blogger Jakarta. Sambil nyruput minuman khas manut cafe, malam itu pula tercetus sebuah acara dengan nama Blonjo Kupat -Bloggernya Jogja Ngaku Lepat- yang ide awalnya mau dinamakan thengthengcrit -Thenguk thenguk karo Crito (Duduk sambil bercerita)-
Rabu, 24 Oktober 2007
Di Blandong cafe (cmiiw), saya ga yakin apa nama cafenya bener itu tempat ini karena sampai disana sudah jam 10 malam dan ini tempat yang masih asing bagi saya. Membahas persiapan teknis dan non teknis, dari tempat, acara, logistik, sampai dress code yang awalnya direncanakan Jogja kota budaya banget (pake surjan atau blankon bagi yang laki-laki) tapi karena pasti banyak yang ga punya, malah antobilang menyarankan bagaimana kalo pake seragam pramuka -tambah ga nyambung-
Malam itu juga, karena satu dan lain hal acara yang sedianya diadakan di kediaman keluarga mbak fa di mutasi ke utara sedikit (Puskom UPN).
Kamis, 25 Oktober 2007
Jarak tidak menjadikan kendala yang berarti bagi kami, rapat jarak jauh pun digelar. Internet telah menghubungkan antara Pelataran Candi Roro Jonggrang di Prambanan dan Angkringan JMN. Kali ini yang dibahas koneksi internet yang tidak bisa broadcast webcam(port-nya diblok), ada beberapa opsi antara menggunakan teknologi 3G-nya Indosat atau tetap menggunakan koneksi seadanya tetapi nunggu proses perundingan diplomatis dengan tuan rumah.
Konsep denah lokasi yang sangat sederhana pun segera di kirim ke antobilang, meskipun ada yang bilang ini peta menyesatkan. Saya akui saya tidak pernah menyampaikan bahwa Puskom ada dilantai bawah gedung perpustakaan. Mengapa ada blok warna abu-abu, ya memang pada mulanya blonjo kupat mau di adakan di taman belakang puskom yang notabene ada di lantai dasar gedung perpustakaan.

Jumat, 26 Oktober 2007
H-1, proses perundingan untuk membuka port webcam tak membuahkan hasil. Hanya pasrah dan harapan semoga keajaiban terjadi pada hari H. Laporan persiapan logistik sudah masuk via jaiku-nya Zam.
Sabtu, 27 Oktober 2007
Fyuuh, hari perblonjoan pun tiba. Sesuai janji saya di dalam SMS broadcast untuk datang jam 9 pagi, saya pun datang jam 9 kurang dikit. Ketemu pertama dengan pemilik warung kapucino hangat yang niatnya hendak berangkat kuliah tapi saya ajak ngobrol -sorry mas leksa-, datang lagi kang ardi -kontingen dari UMY, hehehe- yang tidak mau menunggu lama karena ada acara jemput adiknya.

Kami mohon maaf, jika peta yang saya berikan untuk di design ulang mas antobilang menyesatkan seperti HOAX, tetapi awalnya memang lokasi nya mau di taman, tapi karena saya merasa kasihan pada mahasiswa teladan telatan (tersesat di kampus sendiri) dan temannya maka aku sarankan menunggu di dalam, karena semua setuju acara di pindahkan di dalam, acara tidak jadi di adakan di taman. Maafkan mahasiswi kami yang tidak mengenal Puskom -kroscek ke panitia Ospek kok bisa ga kenal annots Puskom-
Terima kasih kepada rekan-rekan blogger se-Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya yang telah datang di sela-sela kegiatan rutin yang padat (ngejunk n nyamfah di blognya orang), kepada mas Anangku terima kasih atas hiburan musik dan foto-fotonya, kami sangat terhibur sekali. Mohon maaf juga lagu kopdarnya ga sempat di putar di acara sakral tersebut.
Permohonan maaf kepada blogger Yogyakarta yang hadir maupun tidak, atas tempat dan suasana yang tidak sesuai dengan harapan, lebih-lebih untuk anak SMA.
Well, blogger-blogger yang hadir adalah *absen via track back*
Bungky, Arya, Fame, Yahya, Rini ‘Anapalis’, Bang Kai, Alle, Satyo, Nico Wijaya, Pepeng, Annots, Aad Gym, Praztyo, Peter, Ijal ‘kapucino’, Zazi, Yanwar, Angga, Kudzi, Joe, Wib, Ekowanz, Rozenasia, Didit, Zam, Antobilang
redshox, bayu dan ardhi juga sempat datang namun tidak sempat untuk berkenalan dengan yang hadir.
NB: Untuk foto seadanya saya kumpulkan disini.
About this entry
You’re currently reading “Di balik layar “Blonjo Kupat”,” an entry on Annots
- Published:
- 28 October 2007 / 08:39:12
- Category:
- Kopdar, Sambung rasa
- Tags:


27 Comments
Jump to comment form | comment rss [?]