17an, Ini cara kami!!

Masih dalam rangka memperingati hari kemerdekaan RI ke-62, meskipun saya harus berurusan dengan Pak Polisi lagi.  Dari tanggal 12 kemarin saya bersama teman-teman sekampung mulai punya gawe dari bersih2 kampung, lomba anak-anak, malam apresiasi dan renungan suci.

Lomba yang diadakan masih yang umum-umum dan sering diadakan seperti lari bendera, gigit kelereng, gigit uang, sampai sepakbola mini dangdut, dll.  Meski waktu itu minim dukungan dari orang tu, tapi terlihat anak-anak peserta lomba.

Mereka rela berkotor pelumas karena harus berebut koin yang tertanam dalam buah semangka dan berbasah ria karena air yang mereka pukul sendiri,  sepertinya mereka tidak peduli lagi demi memeriahkan HUT Indonesia.

Sebagai penutup adalah lomba sepakbola mini ya bisa dibilang mirip futsal.  Perlombaan berakhir saat adzan Maghrib dikumandangkan dengan hasil pertandingan 5-1.

Malemnya sebagai wakil dari pemuda, mengadakan rapat dengan orang tua di Rengasdengklok rumah salah satu warga untuk membahas rumusan naskah proklamasi pensi dan acara malam 17. Paginya saya langsung menghubungi teman-teman pemuda yang lainnya untuk mengadakan rapat dadakan berhubung waktu yang tersisa tinggal 3 hari.  Pukul 7.30 malam kami berkumpul di Mushola untuk membahas lebih jauh.

H-1 saya terpaksa harus lembur dekorasi sampai jam 5 pagi, paling ga saya bisa share disini, ini hasilnya:

 

Dan seperti sudah banyak dibahas tentang nasionalisme, mungkin nesionalisme tidak sekedar ikut upacara tanggal 17 Agustus, tidak sekedar memekikkan “Merdeka!!” tetapi tindakan yang nyata.


About this entry