Bogem, [salon] khusus pria

Khitan atau orang biasa sebut dengan sunat, supit, kalo di jawa disebut tetak sudah ada sejak jaman dulu dan bisa cek artikelnya tante wiki. Khitan juga salah satu anjuran dalam agama Islam.
Kenal dengan bapak yang ada di dalam foto ini?

Ya, Alm. Raden Ngabehi Notopandoyo pendiri Bong Supit BOGEM. Awal bulan lalu saya berkesempatan mengantarkan keponokan khitan. Bagi anda yang dulu juga di mutilasi khitan di Bogem mungkin masih sempat yang merasakan eksekusi khitan oleh pak Noto sendiri, tapi kini beliau sudah tiada maka eksekutornya beralih ketangan para karyawan atau pun keluarganya. Saya sendiri dulu tidak sempat mencicipi tajamnya alat khitan yang di BOGEM (bukan berarti saya mau ngicipi khitan yang kedua kali, hehehehe…)

Sebelum dieksekusi, terlebih dulu melakukan pendaftaran. Jangan takut tersesat karena disana sudah tersedia papan petunjuknya, kurang lebih seperti ini:

Dan langsung masuk ke bagian administrasi ketemu dengan bapak yang ada dalam foto di bawah ini (sayangnya saya ga tau namanya).

Apa yang perlu dibawa waktu eksekusi? Yang jelas adalah anak yang mau disunat jangan sampai ketuker sama bapaknya. Kemudian sarung, dipakai waktu eksekusi dan sesudahnya. Persiapan yang lain adalah kain mori nah yang ini saya kurang tau untuk apa. Ada yang tau? Jika anda lupa tidak membawa semuanya (kecuali anak yang mau disunat lho ya) sudah ada yang menyediakan tetapi harus merogoh kocek anda pribadi. Dan yang terakhir jangan lupa melakukan pembayaran tunai karena disana tidak menerima pembayaran secara elektronik apalagi sistem KREDIT. Harganya variatif, kelas ekonomi Rp. 400.000,- (harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan) bedanya dimana si? Bedanya cuma di kasurnya aja kok, mau yang single bedroom atau double, untuk cara eksekusi tenang saja tidak perlu takut karena tidak ada perbedaan proses eksekusi berdasarkan kelas kamar.

Bagi anda yang ingin mencoba lagi ketajaman peralatan sunat di Bogem tentu saja bagi putra, saudara atau tetangga karena saya yakin bagi kaum lelaki cukup sekali saja karena memang menyakitkan(kalau ke enakan biasanya minta tambah/di ulang lagi) berikut alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi, silahkan dicatat sendiri-sendiri, bagi yang tidak bawa alat tulis bisa pinjam teman sebangkunya.

Bagiamana, tertarik untuk mencoba? Sesampai di rumah, jangan kaget kalau ada yang memberikan ucapan “Selamaat menempuh hidup bentuk baru” karena memang ini terjadi pada keponakan saya *ya jelas aja, yang ngasi ucapan yang nulis tulisan ini*

Yang menarik dari Bogem selain Bong supitnya adalah lokasi SMP Bogem (SLTP N 1 Kalasan) yang justru tidak terletak di Bogem dan justru SMU N 1 Kalasan yang terdapat di Bogem tidak mendapat julukan SMU Bogem. Ada lagi yang ini mungin rada rusuh (saya baca di stiker yang nempel di helm orang beberapa tahun yang lalu) bertuliskan:

Bogem

Seperti yang terdapat di stiker Hugo’s cafe yang banyak menempel di kaca belakang mobil-mobil, sepeda motor atau helm cuma kalimat dibawahnya diganti “Salon titit setitit-tititnya“, mohon maaf apabila ada kata yang tidak berkenan karena saya cuma menulisakan apa yang saya lihat pada stiker tersebut.

About these ads

About this entry